Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Main Bola Bekel Anak Bisa Belajar tentang Sportivitas

Annissa Alfi Karin • Minggu, 6 Agustus 2023 | 17:40 WIB
Bekelan kini menjadi satu permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.
Bekelan kini menjadi satu permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

RADAR JOGJA - Bekelan kini menjadi satu permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Permainan ini memanfaatkan satu bola berbahan karet elastis dan bekel atau biji yang biasanya berjumlah 5-10 buah.


Cara memainkannya juga terbilang sederhana. Pemain hanya perlu memantulkan bola dan mengambil biji bekel secara bergantian. Tiap ronde, tingkat kesulitan akan semakin tinggi.


Awalnya, pemain hanya perlu memantulkan bola dan mengambil satu demi satu biji bekel. Ronde selanjutnya, pemain mengambil dua biji bekel, dan seterusnya.
Meski sederhana, Ketua Taman Kesenian Tamansiswa Yuli Miroto menjelaskan, bermain bola bekel memiliki dampak positif. Utamanya bagi anak-anak. Yuli mengatakan, permainan bola bekel dapat melatih panca indera mata. Keterampilan dan kecekatan juga bisa terlatih dengan memainkan permainan ini.


"Pemain harus mensinkronkan bola dengan bekelnya sendiri supaya bekelnya dia tangkap. Itu artinya anak-anak belajar menajamkan panca indera mereka. Jadi tangan, mata, keterampilan motorik terutama di bagian tangan," jelas Yuli saat dihubungi (4/8/23).


Bagi Yuli, bekelan masih perlu dimainkan oleh anak-anak yang tumbuh pada era modern. Bekelan biasanya dimainkan oleh minimal dua orang secara bergantian. Masing-masing berkompetisi untuk mencapai ronde atau level permainan paling tinggi. Dari situ, anak bisa belajar tentang sportivitas.


Selain itu, level permainan yang tingkat kesulitannya terus meningkat pula bisa melatih otak anak. Anak secara tidak langsung akan mengingat urutan permainan.
"Yang pertama ambil satu-satu (bekel), kemudian dua, tiga, sampai 5. Tahap berikutnya lebih susah, melempar bolanya sambil membalik bekelnya. Itu artinya melatih otak anak, juga bagaimana dia mengingat urutan itu kemudian melakukannya dengan disiplin sesuai urutan," ungkapnya. (isa/laz)

Editor : Satria Pradika
#oldies #bekelan #Jogja #bola bekel