Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Pondok Pesantren Darul Ashom

E
Penulis: Editor Content❯
(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Mendapatkan pendidikan sosial, moral maupun agama merupakan hak semua orang tanpa terkecuali. Hal tersebut yang menjadi salah satu urgensi terbesar terbentuknya Pondok Pesantren Darul Ashom. Sebuah Pondok Pesantren Tuna Rungu pertama di Indonesia yang berada di bilangan Kayen, Depok, Jogjakarta. Seperti apa?

Fahmi Fahriza, Sleman, Radar Jogja

Meski banyak santri sedang di depan Alquran, suasana di Ponpes Darul Ashom tetap sunyi. Karena mayoritas santri lebih menggunakan tangan sebagai penanda gerak. Ya itulah aktivitas keseharian di ponpes tuna rungu tersebut.
Adalah Abu Kahfi. Pendiri sekaligus pemimpin Ponpes Darul Ashom. Abu berinisiatif mendirikan ponpes tuna rungu karena perjalanan yang dilaluinya dengan banyak bertemu teman-teman Tuna Rungu.

Sekitar 2009, ia bertemu salah seorang tuna rungu yang secara konteks ingin belajar mengenai agama. Namun tidak cukup punya aksesibilitas karena kondisinya. “Sejak itu saya mulai membantunya belajar tentang agama dan saya juga belajar bahasa isyarat untuk komunikasi," jelasnya pada Radar Jogja, kemarin (5/4).

Sebelum akhirnya mendirikan Ponpes Darul Ashom, dirinya mengajari ilmu dan pendidikan agama pada teman-teman tuna rungu selama hampir sepuluh tahun lamanya. Jumlahnya pun semakin bertambah banyak. Mereka memiliki semangat besar untuk belajar. “Saya mengajar mereka itu di Bandung, karena saya memang aslinya orang Bandung," tandasnya.

Ponpes Darul Ashom berdiri pada 2019. Awal berdirinya ponpes berada di wilayah Bantul. Namun pada 2021 pindah di area Kayen karena jumlah santri yang terus bertambah. Saat ini setidaknya tercatat ada 129 santri yang ada di Ponpes Darul Ashom dengan klasifikasi 40 orang santri perempuan dan 89 orang santri laki-laki. Sementara, Ponpes Darul Ashom memiliki 12 pengajar yang semuanya memiliki kecakapan dalam penggunaan bahasa isyarat.

Dalam pelaksanaan kegiatan dan proses belajar, para santri dikategorikan menjadi empat kategori kelas. Yaitu kelas Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. “Kami mengkategorikan itu bukan berdasarkan usia, namun berdasarkan kemampuan mereka dalam mempelajari materi yang kami rancang, santri kami sendiri tercatat berusia mulai dari 7 hingga 20 tahun," terang Abu.

Santri Ponpes Darul Ashom sendiri banyak yang datang dari luar Jawa seperti dari Medan, Aceh, Palu hingga Kalimantan. Diakui Abu, ke depan diharapkan Ponpes Darul Ashom bisa memiliki bangunan sendiri yang terpusat. Karena saat ini, dirinya masih menyewa tempat dan tempatnya juga dibagi-bagi. “Ada tujuh rumah yang saat ini kami gunakan baik untuk berkegiatan atau tempat inap para santri," tutup Abu. (bah)

Advertisement
Advertisement
Editor : Editor Content
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Berstandar ISO 9001:2015, SPD Speedometer Sleman Layani Kapal hingga Pesawat

Berstandar ISO 9001:2015, SPD Speedometer Sleman Layani Kapal hingga Pesawat

Tak sekadar mengustomisasi speedometer mobil dan motor, SPD Speedometer kini melayani perbaikan dan restorasi instrumen kluster kendaraan berat, kapal, hingga pesawat. Usaha yang berlokasi di Kapanewon Depok, Sleman, ...

Praktik Pungli Terjadi Lagi di Wilayah Sleman, Pengendara Dikejar Tukang Parkir Liar

Praktik Pungli Terjadi Lagi di Wilayah Sleman, Pengendara Dikejar Tukang Parkir Liar

Pengalaman tak mengenakkan mengenai pungutan liar (pungli) di kawasan Sleman, DIY kembali dibagikan oleh pengendara mobil pada Senin (26/10/2026).  Menurut pengakuan pengendara dengan username @jogjabadminton di Threads

128 Siswa dari Tiga Madrasah di Sleman Diwisuda Tahfidz, Hafalan MAN 3 Capai 10 Juz

128 Siswa dari Tiga Madrasah di Sleman Diwisuda Tahfidz, Hafalan MAN 3 Capai 10 Juz

Sebanyak 128 siswa dari tiga madrasah di Kabupaten Sleman mengikuti wisuda tahfidz Al-Qur’an yang digelar bersama oleh MAN 3 Sleman, MTsN 6 Sleman, dan MIN 1 Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer