Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selangkah Lagi Paku Alam X Jabat Wagub

A
Penulis: Administrator❯
Photo
Photo
JOGJA - Tidak adanya akta kelahiran Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X yang sempat menjadi ganjalan dalam verifikasi berkas calon wakil gubernur DIJ akhirnya dapat teratasi. Hanya kurang dari lima jam setelah DPRD DIJ mengadakan rapat kerja dengan sejumlah instansi terkait, akta kelahiran PA X akhirnya dikeluarkan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Jogja.

"Semua berkas dengan ini kami serahkan," ungkap KPH Kusumo Parastho saat melengkapi kekurangan persyaratan kepada Pansus Penetapan Wakil Gubernur DIJ di gedung dewan kemarin sore (19/4).

Ada empat berkas yang dilengkapi PA X. Yakni daftar riwayat hidup, surat pencalonan, pernyataan sebenarnya bahwa RM Wijoseno Hario Bimo dan PA X adalah orang yang sama dan akta kelahiran.

Akta kelahiran PA X itu masih menggunakan nama kecilnya Raden Mas (RM) Wijoseno Hario Bimo. Nama orang tuanya tertulis Bendara Raden Mas (BRM) Ambarkoesoemo dan ibu Koesoemarsini. Kelak setelah 26 Mei 1999, Ambarkoesoemo bertakhta sebagai PA IX dan Koesoemarsini ditetapkan sebagai permaisuri dengan gelar Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu (KBRAy) Paku Alam.

Akta kelahiran tersebut diteken Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jogja Sisruwadi tertanggal 19 April 2016. Beberapa jam sebelum meneken akta tersebut, Sisruwadi bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori Santoso serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ Kadarmanta Baskara Aji sekitar pukul 10.00 WIB diundang dewan.

Terkait akta kelahiran, semula PA X melampirkan surat asal usul dari yang diterbitkan Kadipaten Pakualaman. RM Wijoseno Hario Bimo dilahirkan di Jogja pada 15 Desember 1962.

Keberadaan surat asal usul dari sempat menjadi perhatian anggota pansus Arief Setiadi. Dia mengungkapkan, adanya surat nikah BRM Ambarkoesoemo dengan Koesoemarini (di akta tertulis Koesoemarsini) yang menikah pada Rabu malam Kliwon 3 Syawal 1382 atau 27 Februari 1963 dan tercatat di surat nikah pada 28 Februari 1963. "Terkait ini kami mohon adanya klarifikasi dari Pakualaman," ungkap kader PAN ini.

Pernyataan Arief itu sempat mengundang reaksi anggota pansus lainnya Rendradi Suprihandoko. Dia mempertanyakan dokumen yang dipegang Arief tersebut. "Hati-hati dewan ini lembaga politik," serunya.

Namun, hal itu langsung ditanggapi oleh Arief yang menyatakan sikapnya sebagai bentuk kehati-hatian. "Kami sangat hati-hati, maka kami meminta klarifikasi," balas Arief.

Tidak ingin terjadi perdebatan antarnggotanya, pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua DPRD DIJ Dharma Setiawan mengambil jalan tengah. Dia memutuskan kopian surat nikah PA IX itu menjadi bagian dari risalah pansus. Dharma meminta Arief maju ke depan menyerahkan dokumen kepada dirinya. "Kami catat sebagai risalah," ucap sekretaris DPD Partai Gerindra DIJ ini.

Namun demikian, Dharma tidak memberikan kesempatan wakil dari Pakualaman bicara. Dia justru menyerahkan palu estafet rapat kepada wakil ketua dewan lainnya Arif Noor Hartanto.

Inung, sapaan akrabnya, kemudian meneruskan rapat. Berkas perbaikan dari PA X tersebut akhirnya diterima pansus dan dijadikan berita acara. PA X kemudian oleh pansus dinyatakan secara resmi menjadi calon gubernur DIJ sisa masa jabatan 2012-2017.

Selanjutnya, kerja pansus itu akan dibawa ke paripurna dewan untuk mendapatkan pengesahan pada 26 April mendatang. PA X akan ditetapkan sebagai wakil gubernur. Pelantikannya akan diserahkan ke pemerintah pusat. Rapat berakhir menjelang azan magrib. (kus/ila/ong)

Advertisement
Advertisement
Editor : Administrator
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Guyur Jogjakarta, Awal Musim Hujan Diprediksi Mulai November-Desember

Hujan Guyur Jogjakarta, Awal Musim Hujan Diprediksi Mulai November-Desember

Hujan yang mengguyur wilayah DIY pada Sabtu (24/10) belum menjadi penanda awal musim hujan. Masyarakat diminta tetap waspada karena wilayah DIY masih berada dalam periode musim kemarau. Berdasarkan prediksi Stasiun ...

Pindah ke Sleman, Diler Baru Royal Enfield Jogjakarta Targetkan Jadi Rumah Kedua Para Rider

Pindah ke Sleman, Diler Baru Royal Enfield Jogjakarta Targetkan Jadi Rumah Kedua Para Rider

Pindah ke Sleman dan Lebih Luas, Diler Baru Royal Enfield Jogjakarta Targetkan Jadi Rumah Kedua Para Rider

WNA Diajak Selami Kehidupan Masyarakat Lokal Jogja, Pemkot Bekali Kamwis Kemampuan Bahasa Asing

WNA Diajak Selami Kehidupan Masyarakat Lokal Jogja, Pemkot Bekali Kamwis Kemampuan Bahasa Asing

Sebanyak 33 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Kanada hingga Inggris diajak untuk mengenal lebih jauh tentang budaya masyarakat Jogjakarta. Melalui program Javanese Culture Festival ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer