Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Update, LLDIKTI Wilayah V Jogja Khawatirkan Nasib Program Studi Perguruan Tinggi Swasta

G
Suasana di UCY Jogja, nampak sejumlah mahasiswa beraktivitas pada Rabu (3/7/2024)  (GUNAWAN/Radar Jogja)
Suasana di UCY Jogja, nampak sejumlah mahasiswa beraktivitas pada Rabu (3/7/2024) (GUNAWAN/Radar Jogja)

JOGJA - Perubahan dunia industri yang bergerak begitu cepat mengharuskan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk mendesain kebutuhan di lapangan dengan proses pembelajaran. Jika tidak dilakukan, program studi (prodi) yang ada tidak relevan dengan tuntutan zaman.


Advertisement

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Jogjakarta, Setyabudi Indarto. Dia mengatakan, jika PTS tidak beradaptasi dengan perubahan dunia maka antara kompetensi dengan jenis pekerjaan tidak sinkron.

"Dulu kalau ingin bekerja di situ, sekolahnya di sini. Prodi (program studi) nya ini pekerjaannya ini. Kalau jenis pekerjaannya hilang, kira-kira bagaimana nasib prodi-prodinya," kata Setyabudi Indarto belum lama ini.

Termasuk ketika ada jenis pekerjaan baru, dan mata kuliahnya belum ada. Menurutnya ini tantangan perguruan tinggi untuk mendesain kebutuhan di lapangan dengan proses pembelajaran yang dilakukan di perguruan tinggi.

Advertisement

Sebelumnya dia juga menyebut, sebagian besar PTS di Jogja belum berstatus akreditasi unggul. Dari total 100 PTS, baru 8 kampus yang mengantongi peringkat akreditasi tertinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

"Banyaknya perguruan tinggi swasta yang belum terakreditasi unggul menjadi pekerjaan rumah bersama," ujarnya.

Sementara itu Biro Admisi Kemahasiswaan, Alumni, Humas dan Kerjasama Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) Destri Wulandari mengakui, selama ini masih ada tiga prodi dengan akreditasi C.

Advertisement

"Tapi memang sudah ada pembicaraan mengenai penambahan prodi, terkait dengan teknologi misalnya," kata Destri Wulandari.

Saat sekarang jumlah prodi di UCY meliputi Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga, Management, Akutansi, Ilmu Hukum, PPKN, Pendidikan Matematika dan Prodi Teknik Sipil. 

"Terdiri dari kelas pagi, sore, dan kelas karyawan," ujarnya.

Dari 8 prodi tersebut paling banyak diminati mahasiswa yang masuk kelas pagi yakni, Prodi Teknik Sipil, Management dan Ilmu Hukum. (gun)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bakpia Day ke-14 Jadi Momentum Bakpia Pathuk Berbenah Hadapi Pasar Digital, Perkuat Pemasaran Online

Bakpia Day ke-14 Jadi Momentum Bakpia Pathuk Berbenah Hadapi Pasar Digital, Perkuat Pemasaran Online

Popularitas bakpia sebagai ikon kuliner Jogja belum cukup untuk menjamin keberlanjutan sentra industri Bakpia Pathuk. Di tengah pergeseran pola perdagangan ke ranah digital, pelaku usaha dituntut memperkuat pemasaran...

Cukup dengan Sewa Sepeda Rp 10 Ribu, Bisa Pit-pitan Menjelajahi Kota Jogja Malam Hari

Cukup dengan Sewa Sepeda Rp 10 Ribu, Bisa Pit-pitan Menjelajahi Kota Jogja Malam Hari

Menikmati Setiap Sudut Estetis Jogja dengan Menyewa Sepeda: Murah, Praktis, dan Seru

Penutupan IPCC 2026 di Vredeburg, Seniman Pasifik Diajak Jadi Duta Budaya Indonesia

Penutupan IPCC 2026 di Vredeburg, Seniman Pasifik Diajak Jadi Duta Budaya Indonesia

Kota Jogja sukses jadi tuan rumah Indonesia Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026. Menteri Kebudayaan Fadli Zon dorong seniman kawasan Pasifik jadi duta budaya Indonesia usai kolaborasi selama 10 hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer