Polisi: Demo di Malioboro Awalnya Damai, Ricuh Setelah Massa Susulan Datang

JOGJA - Aksi penyampaian aspirasi di kawasan Malioboro, Jogja pada Rabu (28/10) yang semula berlangsung tertib dan damai, berubah ricuh setelah massa susulan datang pada malam hari. Petasan, lemparan batu, hingga pembakaran benda terjadi di sejumlah titik. Kericuhan bahkan meluas hingga kawasan Stasiun Tugu dan Tugu Jogja, sehingga polisi harus mengerahkan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan, aksi utama sebenarnya telah berakhir sekitar pukul 17.30. Situasi mulai memanas setelah kelompok massa susulan datang dari arah barat Malioboro, melalui sirip-sirip jalan, menuju Gedung DPRD DIY dan Jalan Perwakilan.
"Mereka melempar petasan dan kembang api, termasuk menyasar ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan," ujar Ihsan saat memberikan keterangan resmi di kawasan Malioboro, Rabu (29/10) malam.
Baca Juga: Sembilan Kambing Mati di Rongkop, Gunungkidul Tercabik-cabik, Diduga Diserang Anjing Liar
Menurut Ihsan, aksi pelemparan batu dan petasan tersebut memicu keributan antara massa dan juru parkir di Jalan Perwakilan. Personel Polda DIY yang berjaga di Gedung DPRD DIY kemudian keluar untuk melerai, tetapi justru mendapat perlawanan.
Massa melempari petugas dengan batu dan petasan hingga polisi terpaksa mundur. Sejumlah anggota dilaporkan mengalami luka-luka. Selain menyerang aparat dan juru parkir, massa juga diduga merusak fasilitas umum, lapak pedagang kaki lima (PKL), serta mesin ATM di sepanjang kawasan Malioboro.
"Mereka juga membakar benda-benda di beberapa titik, tetapi dengan sigap segera kami padamkan sehingga api tidak meluas," tegas Ihsan.
Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan Polda DIY memperkuat pengamanan dengan menerjunkan personel pengendalian massa (Dalmas). Petugas berupaya mendorong massa keluar dari kawasan Malioboro.
Baca Juga: Odegaard Desak Arsenal untuk Segera Berbenah Setelah Kekalahan Memalukan dari Fleetwood di Carabao
Sekitar pukul 22.00, polisi menyatakan situasi di Malioboro berhasil dikendalikan. Namun, massa bergerak hingga kawasan Teteg, Jalan Mangkubumi, Stasiun Tugu, dan Tugu Jogja.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas terukur setelah kericuhan dinilai mengganggu fasilitas publik, termasuk aktivitas di Stasiun Tugu Jogja.
"Kami terpaksa mengimbangi dengan penyemprotan water cannon dan tembakan gas air mata di beberapa titik karena massa terus berbuat anarkis dan mengganggu aktivitas di Stasiun Tugu. Langkah ini murni untuk mengamankan Jogja dan menjamin keselamatan masyarakat serta wisatawan," kata Ihsan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




