Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi: Demo di Malioboro Awalnya Damai, Ricuh Setelah Massa Susulan Datang

R
Penulis: Rizky Wahyu❯
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)

Advertisement

JOGJA - Aksi penyampaian aspirasi di kawasan Malioboro, Jogja pada Rabu (28/10) yang semula berlangsung tertib dan damai, berubah ricuh setelah massa susulan datang pada malam hari. Petasan, lemparan batu, hingga pembakaran benda terjadi di sejumlah titik. Kericuhan bahkan meluas hingga kawasan Stasiun Tugu dan Tugu Jogja, sehingga polisi harus mengerahkan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan, aksi utama sebenarnya telah berakhir sekitar pukul 17.30. Situasi mulai memanas setelah kelompok massa susulan datang dari arah barat Malioboro, melalui sirip-sirip jalan, menuju Gedung DPRD DIY dan Jalan Perwakilan.

"Mereka melempar petasan dan kembang api, termasuk menyasar ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan," ujar Ihsan saat memberikan keterangan resmi di kawasan Malioboro, Rabu (29/10) malam.

Menurut Ihsan, aksi pelemparan batu dan petasan tersebut memicu keributan antara massa dan juru parkir di Jalan Perwakilan. Personel Polda DIY yang berjaga di Gedung DPRD DIY kemudian keluar untuk melerai, tetapi justru mendapat perlawanan.

Massa melempari petugas dengan batu dan petasan hingga polisi terpaksa mundur. Sejumlah anggota dilaporkan mengalami luka-luka. Selain menyerang aparat dan juru parkir, massa juga diduga merusak fasilitas umum, lapak pedagang kaki lima (PKL), serta mesin ATM di sepanjang kawasan Malioboro.

Advertisement

"Mereka juga membakar benda-benda di beberapa titik, tetapi dengan sigap segera kami padamkan sehingga api tidak meluas," tegas Ihsan.

Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan Polda DIY memperkuat pengamanan dengan menerjunkan personel pengendalian massa (Dalmas). Petugas berupaya mendorong massa keluar dari kawasan Malioboro.

Sekitar pukul 22.00, polisi menyatakan situasi di Malioboro berhasil dikendalikan. Namun, massa bergerak hingga kawasan Teteg, Jalan Mangkubumi, Stasiun Tugu, dan Tugu Jogja.

Polisi kemudian mengambil tindakan tegas terukur setelah kericuhan dinilai mengganggu fasilitas publik, termasuk aktivitas di Stasiun Tugu Jogja.

"Kami terpaksa mengimbangi dengan penyemprotan water cannon dan tembakan gas air mata di beberapa titik karena massa terus berbuat anarkis dan mengganggu aktivitas di Stasiun Tugu. Langkah ini murni untuk mengamankan Jogja dan menjamin keselamatan masyarakat serta wisatawan," kata Ihsan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Massa Aliansi Jogja Memanggil Kecewa Tanggapan Pemprov DIY Saat Aksi Demo di Kantor Gubernur

Massa Aliansi Jogja Memanggil Kecewa Tanggapan Pemprov DIY Saat Aksi Demo di Kantor Gubernur

Aliansi Jogja Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur DIY membawa 12 tuntutan. Massa mengaku kecewa dengan tanggapan normatif dari Pemprov DIY saat menemui pendemo.

Pemkab Sleman Terbitkan Imbauan Jelang Demo Sumpah Pemuda, Pelajar Diminta Tetap Sekolah

Pemkab Sleman Terbitkan Imbauan Jelang Demo Sumpah Pemuda, Pelajar Diminta Tetap Sekolah

Pemkab Sleman menerbitkan imbauan jelang demo Hari Sumpah Pemuda. Pelajar diminta tetap sekolah, sementara Jaga Warga diminta menjaga kondusivitas wilayah.

Ada Demo Mahasiswa Hari Ini, Polda DIY Pastikan Jogja Tetap Aman

Ada Demo Mahasiswa Hari Ini, Polda DIY Pastikan Jogja Tetap Aman

Polda DIY siap mengawal aksi damai peringatan Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta, 28 Oktober 2026. Polisi jamin keamanan warga dan wisatawan tetap kondusif dengan pendekatan humanis serta rekayasa lalu lintas situasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer