Komisi D DPRD Kota Jogja Soroti DED Gudang Arsip Mangkrak, Ingatkan soal Program Tak Hanya Seremoni

Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Darini mengatakan, pihaknya memberikan sejumlah catatan terhadap program Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja. Selain DED gudang arsip, perhatian juga diberikan pada rencana pembuatan diorama dan program angkringan literasi.
Menurut Darini, program tersebut harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Karena itu, Komisi D akan mengawal rencana kerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kami akan terus mengawal rencana kerja OPD tersebut agar selaras dengan prioritas pembangunan dan pelestarian arsip di Kota Jogja,” tegas Darini dalam rapat komisi Selasa (27/10).
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Ririk Banowati Permanasari turut menyoroti DED gudang arsip yang belum terealisasi meski telah dirancang sejak 2024. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena gudang arsip dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan dan pelestarian dokumen.
Selain infrastruktur arsip, Komisi D juga menyoroti upaya penyelamatan naskah kuno. Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Choliq Nugroho Adji menilai sosialisasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar semakin banyak warga memahami pentingnya pelestarian manuskrip.
Baca Juga: 64 Kasus dan Tujuh Kematian Akibat Leptospirosis, Petani Kulon Progo Jadi Kelompok Paling Rentan
"Ketika melakukan sosialisasi, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan manuskrip bagi yang punya,” pesan anggota dewan dari Fraksi Partai Nasdem tersebut.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja Sholihul Hadi pun turut mengingatkan pentingnya melindungi manuskrip yang belum terdigitalisasi. Salah satu upaya yang dibahas dalam rapat tersebut adalah digitalisasi naskah kuno berbasis fotografi. (inu/eno)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




