RTH ABA Bakal Dilengkapi Jogging Track dan Zona Hijau, Pembangunan Ditarget Rampung Akhir Tahun

JOGJA - Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Abu Bakar Ali (ABA) di Danurejan, Kota Jogja, telah mencapai lebih dari 40 persen. Pemprov DIY bakal mempercepat pengerjaan dengan mempriotaskan pembangunan fisik terutama hardscape. Ditargetkan proyek ini selesai akhir tahun mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan, pembangunan RTH Abu Bakar Ali telah berjalan kurang lebih delapan minggu. Dengan sisa waktu sekitar dua bulan. Pekerjaan akan dipercepat agar sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Nah ini mumpung juga belum musim hujan," katanya saat meninjau RTH Abu Bakar Ali, Jumat (23/10/2026).
Kusno menjelaskan, setelah memasuki musim hujan, pengerjaan akan lebih banyak berfokus pada perawatan tanaman dan pekerjaan lainnya. Termasuk untuk tanaman yang berbunga. ”Nah ini juga sudah dimulai untuk pembangunan dari toiletnya dan sebagainya," ujarnya.
Baca Juga: Bidik Bibit Atlet Potensial, 64 Peserta Ikuti Turnamen Biliar 9 Ball di REX Billiard & Cafe
Di area RTH Abu Bakar Ali, bangunan yang akan tersedia hanya berupa toilet dan jogging track atau tidak ada bangunan lain. Jika terdapat bangunan kecil, fungsinya hanya untuk keperluan genset dan fasilitas pendukung lainnya yang berada di bagian belakang atau sisi timur. "Kemudian konsep ini kan untuk kita bagi tiga zona ya," bebernya.
Zona depan atau sisi barat akan ditanami tanaman berbunga. Zona tengah akan ditanami tanaman hijau, sedangkan zona timur akan ditanami pohon atau dikembangkan menyerupai hutan kota. Pun, pada konsep awal, gerbang masuk dirancang agak menyerong menghadap Malioboro atau Jalan Malioboro. Namun, setelah mendapat masukan, arah gerbang masuk diubah agar lurus menghadap ke barat.
Menurutnya, pembangunan RTH Abu Bakar Ali bertujuan untuk pemulihan kondisi lingkungan perkotaan. Terlebih, keberadaan ruang terbuka hijau di Kota Jogja masih sangat terbatas. Pada pagi hari, misalnya, lalu lintas dipadati kendaraan. Aktivitas di sepanjang sumbu filosofi Jogja juga cukup tinggi, terutama saat akhir pekan.
Dengan adanya RTH, keberadaan berbagai jenis tumbuhan diharapkan dapat menarik satwa untuk datang dan berkembang di kawasan tersebut.
Sementara itu, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, diharapkan proyek tersebut dapat selesai sesuai dengan target yang telah disepakati bersama pihak ketiga. Sejumlah pekerjaan masih perlu diselesaikan, termasuk kemungkinan adanya bangunan yang belum rampung. Selain itu, bagian depan kawasan perlu mendapat penataan agar dapat mendukung aktivitas publik, termasuk pada malam hari.
"Harapan besar kami bisa kita jaga bersama jadi tidak menjadi kumuh tidak menajdi tempat yang kemudian kalau dinikmati tidak nyaman," jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




