
JOGJA - Prosesi Kondur Gangsa yang menandai berakhirnya rangkaian Hajat Dalem Sekaten Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat digelar di Masjid Gedhe Kauman, Selasa (26/8/2026). Ribuan masyarakat antusias mengikuti prosesi sekaligus berebut udhik-udhik yang disebarkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Ambiyantu Carik Mas Lurah Ahmad Taufik mengatakan, prosesi diawali dengan Ngarsa Dalem untuk menyebarkan udhik-udhik. Penyebaran dilakukan dari sisi selatan menuju utara, kemudian ke barat hingga masuk ke area Masjid Gedhe.
"Untuk tahun ini pelaksanaannya dari awal sama, hanya ada perbedaan pada para sifat bupati," katanya saat ditemui di Masjid Gedhe Kauman, Selasa (26/8/2026).
Tahun lalu mereka menggunakan baju putih duduk terlebih dahulu di bagian selatan masjid. Jika tahun ini mereka langsung masuk ke dalam masjid untuk mengikuti prosesi penyebaran udhik-udhik.
Baca Juga: Upaya Memperkuat Ekosistem Pariwisata di Kawasan Borobudur, Parade 200 VW Jelajahi Desa Wisata
Udhik-udhik kemudian dibagikan kepada para bupati, abdi dalem, serta tamu undangan. Setelah prosesi tersebut selesai, para bupati keluar dari masjid dan menempati tempat yang telah disiapkan. Tamu undangan, baik kakung maupun putri, kemudian duduk di bagian utara.
Selanjutnya, Ngarsa Dalem duduk untuk mengikuti prosesi pembacaan Risalah Maulid Nabi. Pembacaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Hajat Dalem Sekaten.
Menurutnya, udhik-udhik yang dibagikan kepada masyarakat merupakan bentuk sedekah raja. Uang logam yang dibagikan dipercaya masyarakat membawa keberkahan sehingga setiap tahun prosesi tersebut selalu mendapat antusiasme tinggi.
"Karena itu banyak masyarakat berbondong-bondong untuk mendapatkan meskipun nominalnya Rp 500," jelasnya.
Antusiasme masyarakat pun terlihat ketika udhik-udhik mulai disebarkan. Mereka berusaha mendekat agar mendapatkan uang logam tersebut. Namun, menurutnya, semangat berbagi juga muncul di tengah masyarakat. Warga yang mendapatkan lebih dari satu keping kerap membagikannya kepada tetangga atau teman yang belum memperoleh udhik-udhik.
Sementara itu, pembacaan Risalah Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Mulai dari kelahiran, masa kecil, diangkat menjadi nabi dan rasul, hingga perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




