Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Negara Asing Antusias Ikuti Lomba Tujuh Belasan dalam Program Pertukaran Budaya

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯
ASYIK: Suasana saat warga negara asing mengikuti lomba permainan tradisional dalam program Javanese Culture Festival Senin (17/8). (DOKUMENTASI FRIENDSHIP FORCE INDONESIA)
ASYIK: Suasana saat warga negara asing mengikuti lomba permainan tradisional dalam program Javanese Culture Festival Senin (17/8). (DOKUMENTASI FRIENDSHIP FORCE INDONESIA)

Advertisement

JOGJA - Sebanyak 33 warga negara asing (WNA) dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada, hingga Inggris mengikuti berbagai perlombaan tradisional Indonesia Senin (17/8). Mereka larut dalam lomba khas 17 Agustus dalam rangkaian Javanese Culture Festival. Mulai dari berebut kelereng, beradu cepat dalam estafet sarung, hingga memainkan bola tampah. 

Ketua panitia lomba Nurfifi Arliani mengatakan, kegiatan diinisiasi Friendship Force Indonesia. Sekaligus menjadi sarana mempererat persahabatan dan mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

Advertisement

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap permainan meski sebagian di antaranya baru pertama kali mencoba permainan tradisional tersebut. “Kami ingin membawa semangat kemerdekaan ini melalui pengenalan permainan tradisional dan seni budaya Jawa kepada seluruh tamu,” ujar Nurfifi dalam keterangannya Senin (17/8).

Tak hanya lomba, peserta Javanese Culture Festival juga diajak mengenal berbagai budaya dan keterampilan tradisional Indonesia. Mereka mengikuti kegiatan membatik, membuat kain ecoprint dan jumputan, hingga mengolah makanan tradisional secara berkelompok.

Nurfifi berharap, kegiatan tersebut dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, semakin banyak wisatawan asing yang datang akan berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan pendapatan daerah.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa misi memperluas persahabatan antarnegara. Menurut Nurfifi, pertukaran budaya penting dilakukan untuk memperkuat hubungan masyarakat di tengah situasi global yang masih diwarnai ketegangan. “Harapannya kami akan ada pandangan yang lebih soft, sehingga bisa meredakan ketegangan,” ungkapnya.

Salah satu peserta asal Amerika Serikat Adam Koons mengaku menikmati berbagai perlombaan khas Indonesia. Meski timnya tidak keluar sebagai pemenang, dia tetap antusias mengikuti permainan yang menurutnya menyenangkan. “Saya sangat enjoy. Sangat bagus permainannya,” lontar Adam. (inu/eno)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkot Jogja Gelar Lomba Permainan Tradisional untuk Kuatkan Soliditas Pegawai

Pemkot Jogja Gelar Lomba Permainan Tradisional untuk Kuatkan Soliditas Pegawai

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggelar lomba permainan tradisional sebagai rangkaian HUT Ke-79 Pemkot Jogja. Kegiatan tersebut dipusatkan di Halaman Balai Kota Jogja Sabtu (6/6). Lomba permainan tradisional ...

WNA Diajak Selami Kehidupan Masyarakat Lokal Jogja, Pemkot Bekali Kamwis Kemampuan Bahasa Asing

WNA Diajak Selami Kehidupan Masyarakat Lokal Jogja, Pemkot Bekali Kamwis Kemampuan Bahasa Asing

Sebanyak 33 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Kanada hingga Inggris diajak untuk mengenal lebih jauh tentang budaya masyarakat Jogjakarta. Melalui program Javanese Culture Festival ..

72 Paskibraka Gunungkidul Dikukuhkan, Tak Sekadar Jalankan Tugas 17 Agustus

72 Paskibraka Gunungkidul Dikukuhkan, Tak Sekadar Jalankan Tugas 17 Agustus

Sebanyak 72 pelajar dari 22 sekolah di Gunungkidul resmi menyandang status sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gunungkidul 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer