HIPMI DIY Dukung Pembenahan MBG, Minta BGN Buka Meja Dialog dengan Mitra Dapur

JOGJA — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan dukungan penuh atas pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun organisasi mengingatkan agar proses evaluasi tidak berubah menjadi pukulan kolektif yang menimpa ribuan pengusaha kecil dan menengah yang telah menanam modal miliaran rupiah untuk menjalankan program prioritas pemerintah tersebut.
Baca Juga: Polresta Sleman Selidiki Tangan Kanan Raudi Akmal yang Dilaporkan oleh Tim Penyidik Kejari
Sikap ini disampaikan Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, di tengah dinamika evaluasi MBG yang dipicu pergantian kepemimpinan dan proses hukum di tubuh BGN.
"Sikap kami jelas dan tidak ambigu. HIPMI DIY mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis, dan kami mendukung penuh pembersihan tata kelolanya. Yang menyalahgunakan kepercayaan negara di level pengambil kebijakan harus diproses sampai tuntas. Soal itu tidak ada ruang kompromi," tegas Ekawati.
Ekawati menilai pembenahan yang dilakukan pemerintah sudah berada di jalur yang benar ketika menyentuh akar persoalan di tingkat pengambil keputusan.
Yang ia soroti adalah risiko salah sasaran ketika langkah pembenahan turun ke lapangan.
"Persoalannya, pisau evaluasi yang seharusnya mengarah ke segelintir oknum di pucuk jangan sampai memotong ribuan pengusaha jujur di lapangan. Mereka ini bukan oligarki. Sebagian besar adalah pelaku UMKM yang menggadaikan aset dan menanggung cicilan bank demi membangun dapur untuk program pemerintah," ujarnya.
Catatan HIPMI DIY merujuk pada beban riil mitra pelaksana. Membangun satu dapur beserta peralatannya menelan modal hingga miliaran rupiah, dengan masa pengembalian yang bisa bertahun-tahun bila volume layanan tidak stabil.
Baca Juga: Prediksi Skor Bosnia vs Qatar Piala Dunia 2026 Grup B, Peluang Kedua Tim untuk Lolos Masih Terbuka
Ketika distribusi dihentikan sementara — termasuk selama masa libur sekolah — arus kas mitra terganggu, sementara kewajiban kredit, honor relawan, dan pasokan dari petani serta peternak lokal tetap berjalan.
Karena itu, HIPMI DIY mendorong BGN membuka ruang dialog yang terstruktur dengan para pelaku usaha, dan menawarkan diri sebagai penghubung.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




