Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Deras, EWS di Kali Code dan Winongo Sempat Berbunyi tapi Air Tak Sampai Pemukiman

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯
SIAGA: Personel BPBD Kota Jogja melakukan simulasi penggunaan alat peringatan dini banjir di bantaran Sungai Winongo, Pingit, Jetis, Kota Jogja Selasa (4/11).
SIAGA: Personel BPBD Kota Jogja melakukan simulasi penggunaan alat peringatan dini banjir di bantaran Sungai Winongo, Pingit, Jetis, Kota Jogja Selasa (4/11).

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memastikan early warning system (EWS) berfungsi dengan baik. Bahkan kemungkinan tidak dilakukan penambahan meskipun menghadapi puncak musim penghujan.


Advertisement

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 26 EWS. Terdiri dari 17 EWS manual dan sembilan EWS otomatis.

Ia mengungkapkan, 26 EWS itu tersebar pada tiga aliran sungai besar yang melintasi Kota Jogja. Meliputi Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong. Serta dipastikan berfungsi dengan baik.

“Untuk EWS tidak ada yang rusak,” ujar Darmanto saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (3/12).

Advertisement

Ia mengaku, 26 EWS yang saat ini sudah terpasang di tiga aliran sungai besar sudah cukup untuk langkah mitigasi bencana banjir. Pun di awal 2025 lalu, BPBD Kota Jogja juga telah memasang sembilan titik EWS otomatis. Tersebar di Kampung Ledok Tukangan, Jagalan Beji dan Sorosutan untuk Sungai Code.

Lalu untuk EWS otomatis di Sungai Winongo terpasang di Kampung Serangan, Gampingan dan Suryowijayan. Sementara EWS otomatis di Sungai Gajah Wong dipasang di Kampung Gendeng Timur, Balirejo dan Tegalgendu.

“EWS otomatis memiliki respon time-nya lebih cepat karena level permukaan air terpantau lebih akurat dan sistem peringatan akan bekerja lebih responsif,” bebernya.

Advertisement

Hal tersebut pun terbukti pada hujan deras yang terjadi pada Selasa (2/11) malam. EWS yang ditempatkan di Sungai Code dan Sungai Winongo langsung berbunyi memperingatkan warga ketika terjadi peningkatan debit air.

Meskipun air dari kedua sungai itu sempat meninggi, Darmanto memastikan tidak sampai masuk hingga kawasan permukiman warga. EWS Sungai Winongo berbunyi sekitar pukul 19.40 dari titik Kampung Bener. Sementara Sungai Code yang terletak di Kampung Sayidan berbunyi pada pukul 19.55.

“Sekitar pukul 22.00 debit air sudah aman terkendali,” jelasnya.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah waspada terhadap peningkatan curah hujan. Sebab puncak musim penghujan diprediksi baru terjadi pada bulan Januari-Februari.

Reni mengungkapkan, selama musim penghujan tahun ini juga perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. Terlebih selama memasuki puncak musim penghujan.

“Perlu dilakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, dan memastikan kekuatan baliho di jalan raya,” pesannya. (inu/pra)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Tak Hentikan Dropping Air, BPBD Gunungkidul Masing Anggarkan hingga Desember

Hujan Tak Hentikan Dropping Air, BPBD Gunungkidul Masing Anggarkan hingga Desember

Hujan Tak Hentikan Dropping Air, BPBD Gunungkidul Masing Anggarkan hingga Desember

DPRD Bantul Desak Pemerintah Pusat unutk Evaluasi Aturan Penggunaan BBM Nonsubsidi oleh Damkarmat

DPRD Bantul Desak Pemerintah Pusat unutk Evaluasi Aturan Penggunaan BBM Nonsubsidi oleh Damkarmat

DPRD Bantul mendesak pemerintah pusat mengevaluasi aturan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bagi mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat). Kebijakan tersebut dinilai perlu ditinjau kembali di ...

Kekeringan Meluas ke 13 Kecamatan, Warga Kabupaten Magelang Diminta Tak Andalkan Dropping Air

Kekeringan Meluas ke 13 Kecamatan, Warga Kabupaten Magelang Diminta Tak Andalkan Dropping Air

Kekeringan Meluas ke 13 Kecamatan, Warga Kabupaten Magelang Diminta Tak Andalkan Dropping Air

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer