RADAR JOGJA – Keinginan warga Padukuhan Nglarang, Tlogoadi, Mlati, untuk mendapatkan uang ganti rugi yang layak proyek tol Jogja-Solo terus bergulir. Mereka kompak memasang spanduk di Jalan Tegalsari, Padukuhan Nglarang. Dalam spanduk itu warga menagih janji pihak tol terkait pemberian ganti untung serta kepastian pembayaran.
“Harga tanah di sini Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta, diganti Rp 4 jutaan, ya mana cukup. Sementara harga tanah terus naik,” ungkap Supriyadi, warga Nglarang kemarin (24/1).
Menurutnya, harga yang ditawarkan pihak tol hampir sama nilainya dengan harga normal. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan ganti lahan di sekitar tidak akan dapat. Oleh sebab itu, Supriyadi menghendaki pihak tol mengganti ganti untung, dengan menambahkan harga setengah lebih besar dari harga normal.
Hal ini dinilai tak relevan dengan harga tanah di wilayah sekitar, masih di lingkungan Tlogoadi. Sebab kalau meski pindah lokasi jauh dari lokasi asalnya, warga perlu penyesuaian kembali. “Sosialisasi dengan sekitar kan tidak gampang. Kita sudah terdampak psikologis, itu juga dipikirkan,” tuturnya.
Disebutkan, ada sekitar 90-an warga terdampak tol di Padukuhan Nglarang yang menghendaki harga layak. “Ini baru ada usaha untuk mediasi dengan tim pejabat pembuat komitmen (PPK) dan tim appraisal. Tetapi, mediasi belum tahu kapan,” bebernya.
Spanduk tuntutan warga untuk menghendaki harga adil dan layak ini terus disuarakan. Dia berharap pihak tol mengganti sesuai janji dan tepat waktu.
Lurah Tlogoadi Sutarja mengatakan, sudah sewajarnya jika warga meminta ganti rugi yang layak. Harapan masyarakat adalah harga wajar. Karena harga yang ditawarkan dari pihak tol dinilai tidak wajar. “Tadi saya sudah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), katanya mau dikoordinasikan. Tapi kan kepastiannya belum,” jelasnya.
Dikatakan, oleh BPN masyarakat dalam waktu dekat akan dikumpulkan untuk dilakukan musyawarah lanjutan. “Iya, tapi jadwalnya kurang tahu, karena kan yang mengatur dari sana. Kalau masukan warga, kami sampaikan,” katanya.
Sementara itu, PPK Pengadaan Lahan Jalan Tol Jogja-Solo Dian Ardiyansyah mengaku masih mengomunikasikan masalah ini dengan warga. “Kami masih komunikasikan dengan warga,” ungkapnya melalui pesan singkat. (mel/laz)

Jogja Utama