RADAR JOGJA – Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa tersebut seolah menggambarkan insiden rumah ambruk milik seorang keluarga di Gerjo, Grogol, Karangmojo. Dalam sehari dua rumah berbentuk limasan milik keluarga ini runtuh secara bergantian.
Pemilik rumah ini adalah Sumijan, 77. Dia tinggal bersama dengan anggota keluarga. Namun saat kejadian sedang di luar rumah sehingga tidak sampai menimbulkan luka fisik. Walau begitu nilai kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Rumah roboh berlangsung pada Senin (23/01) malam.”Dua bangunan roboh. Pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB kemudian disusul pada 19.00 WIB,” kata Purwono saat dihubungi kemarin (24/1).

Dia menjelaskan, berdasarkan pengecekan di lapangan kondisi rumah memang sudah lapuk. Menurut keterangan warga sekitar sebelumnya juga terlihat kondisi miring karena terkena angin kencang pekan lalu.”Jadi kronologinya, rumah utama limasan roboh mengenai rumah kedua,” ungkapnya.
Saat rumah utama roboh, korban berniat memperbaiki. Namun tak disangka justru rumah kedua miliknya menyusul ikut roboh pada malam harinya. Berdasarkan hasil koordinasi bersama dengan Pemerintah Kalurahan Grogol dan warga disepakati akan dilakukan kerja bakti.“Kerugian korban sekitar Rp 10 juta,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi mengingatkan, potensi bencana pada puncak musim penghujan. Sejumlah wilayah berpotensi banjir zona utara. Meliputi Kapanewon Semin, Ngawen, Patuk, Wonosari, Playen, dan Panggang. Wilayah tersebut rawan banjir lantaran berada di jalur Sungai Oya. Sedangkan Wonosari berpotensi terjadi banjir genangan.”Untuk angin kencang potensinya menyebar di semua wilayah kapanewon,” kata Sumadi. (gun/din)

Jogja Utama