RADAR JOGJA – Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) yang menaungi para kepala desa dan lurah di wilayah Bantul mengaku tidak memiliki ambisi untuk memperpanjang kepemimpinan. Hal itu berbanding terbalik dengan keinginan sebagian besar lurah di Indonesia yang sebelumnya berunjuk rasa menuntut perpanjangan jabatan di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu.
Ketua Apdesi Bantul Yudi Fahrudin memastikan, tidak ada satu lurah di Bantul yang ikut berdemo menuntut perpanjangan masa jabatan dari enam tahun menjadi sembilan tahun. “Lurah Bantul tidak ada ambisi pribadi untuk sampai ke sana (perpanjangan jabatan, Red). Kemarin juga tidak ada sama sekali yang ikut ke Jakarta,” ujar Yudi kepada wartawan kemarin (24/1).
Menurut Yudi yang juga Lurah Sumberagung ini, lurah di Bantul akan menjalankan apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah dan peraturan perundangan yang berlaku. Namun jika memang ke depan pemerintah mengganti peraturan, dia memastikan seluruh lurah di Bantul juga akan tetap patuh melaksanakannya.

Yudi menilai, terkait dengan perpanjangan masa jabatan, hal tersebut hanya soal waktu. Justru yang paling penting bagi para lurah di Bantul adalah tentang bagaimana kepala desa bisa menjalankan visi misi. Serta berupaya untuk mencapai tujuan pembangunan wilayah sesuai jadwal dan masa jabatan. “Yang penting masyarakat ayem tentrem, para pamong juga ayem. Apa yang sudah berjalan ini ya dijalani saja,” ucap Yudi. (inu/eno)

Jogja Utama