RADAR JOGJA – Perayaan Tahun Baru Imlek berdampak positif bagi geliat wisata di Jogjakarta. Utamanya industri perhotelan yang kepadatan okupansinya terbilang tinggi. Sebab, terdongkrak oleh libur akhir pekan yang dikuti pada Sabtu (21/1) sampai Senin (23/1) atau terjadi long weekend.

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, kepadatan okupansi hotel di DIJ mencapai 85 persen pada Sabtu. “Saat sabtu 21 Januari rata-rata okupansi 85 persen. Hari Minggu ini (kemarin, Red) sampai dengan siang ini masih di kisaran 70 persen,” sebutnya dihubungi Radar Jogja Minggu (22/1).

Deddy pun membeberkan catatan reservasi hotel untuk hari ini. Sampai kemarin siang, data yang masuk pada Deddy sudah 40 persen kamar hotel di DIJ telah dipesan. “Senin reservasi masih di angka 40 persen rata-ratanya,” ujarnya.

Deddy berharap, masih ada kenaikan okupansi. Mengingat perayaan Tahun Baru Imlek menjadikan adanya long weekend. “Semoga saja ada kenaikan karena tren saat ini tamu datang sendiri ke hotel,” ucapnya.
Terkait dengan sebaran okupansi, Deddy menyebut lokasinya masih terpusat. Artinya, sebaran belum merata dan hanya wilayah tertentu yang mengalami kenaikan. Sementara di wilayah lainnya, okupansinya masih tergolong lengang. “Sebarannya merata tapi dominan masih wilayah tengah dan utara DIJ,” lontarnya.

Namun jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, Deddy menyebut, keadaan industri perhotelan DIJ sudah bergeliat menuju pulih. Tren turunnya jumlah wisatawan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pun tidak terjadi secara signifikan. Terbukti pula, okupansi masih memberikan angin segar. “Awal tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun lalu, kami masih optimistis long weekend ini juga masih bisa di atas 80 persen,” tandasnya.

Terpisah, seorang wisatawan Tuti Dwi Lestari mengaku sengaja memanfaatkan long weekend untuk bertandang ke DIJ. Dia pun mengajak serta pasangannya untuk berwisata di DIJ. Menyempatkan diri berlibur sekaligus mengenang masa-masa mereka kuliah. “Kebetulan pas Imlek ini liburnya tiga hari, jadi main ke Jogja,” kata dia.

Namun, perempuan 31 tahun ini menyayangkan, perayaan Imlek belum dimeriahkan pada kesempatan long weekend ini. Padahal dia berharap bisa menikmati wisata kuliner di Ketandan. Sementara masa liburnya sudah habis dan harus kembali bekerja di daerah asalnya. “Sayangnya, perayaan Imlek di Ketandan nggak sekalian. Jadi kami nggak bisa kulineran,” sesalnya. (fat/din)

Jogja Utama