RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum berencana menyusun peraturan terkait standardisasi jajanan. Khususnya jajanan anak-anak, termasuk yang kerap mangkal di sekitar sekolahan. Namun sekolah dan orang tua (ortu) diimbau mewaspadai penganan yang dikonsumsi anak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya mengakui akan merencanakan menyusun peraturan bahas jajanan di sekolah. Sejauh pemahamannya, pengawasan ini merupakan ketugasan dinas perdagangan (Disdag). “Karena bagian dari perlindungan konsumen, pasti dilakukan,” lontarnya diwawancarai dalam kegiatan di Disdikpora Kota Jogja kemarin (17/1).

Aman menyebut, Disdag Kota Jogja merupakan komandan pengawasan produk bagi konsumen. Lantaran dinas tersebut menaungi bidang pemantauan produk perdagangan. “Akan memantau perkembangan soal-soal seperti tadi. Berkaitan dengan jajanan anak sekolah,” paparnya.

Aman pun percaya, Disdag Kota Jogja melaksanakan tugasnya. Sekaligus berkoordinasi dengan sektor terkait. Seperti BPOM dalam menentukan kelayakan konsumsi jajanan. Termasuk berkomunikasi dengan Disdikpora Kota Jogja dalam pengaturannya. “Jadi otomatis pedoman aturan pusat sudah menjadi landasan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja dr Lana Unwanah mengimbau, sekolah untuk memperhatikan konsumsi peserta didiknya. Terutama saat berada di sekolah. Saat ini yang jadi perhatian khusus adalah penggunaan nitrogen cair.

Lana menyebut, Kementerian Kesehatan RI berupaya mengurangi potensi risiko nitrogen cair atau Liquid Nitrogen (LN). Melalui Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, tertanggal 6 Januari 2023. “Kami sudah melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” sebutnya.

Dijelaskan, konsumsi LN dapat menyebabkan beragam efek samping. Antara lain mual, muntah, kehilangan kesadaran, pernafasan cepat, dan sesak nafas. Tak hanya itu, LN bila kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar. Akibat dingin yang parah dan radang dingin. Jika menghirup uap nitrogen yang terlalu banyak maka uap akan dikeluarkan melalui hidung.

Namun bila tidak semua uap dikeluarkan, risikonya adalah dapat terhirup masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan kesulitan bernafas atau sesak nafas yang cukup parah. “Karena paru-paru yang mestinya disuplai oksigen malah digantikan oleh nitrogen,” jabarnya. (fat/din)

Jogja Utama