RADAR JOGJA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIJ bersama Perum Bulog Kanwil Jogjakarta melaksanakan penyaluran beras medium Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebanyak 72.650 kilogram beras bakal dipasarkan merata ke seluruh wilayah DIJ.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ Sugeng Purwanto mengatakan program SPHP ini dipasarkan melalui Pasar Mitra Tani (PMT), Toko Tani Indonesia (TTI), Toko Tani Indonesia Center (TTIC), dan pedagang-pedagang yang tersebar di wilayah DIJ.

“Bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tingkat konsumen agar daya beli masyarakat terjaga, dan inflasi terkendali di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya kemarin (18/1).

Beras disalurkan ke pasar, outlet binaan, pengecer, dan lainnya dengan harga di depan pintu gudang Bulog. Harganya sebesar Rp 8.300 per kilogram. Pedagang menjual dengan harga maksimal sesuai harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp 9.450 per kilogram. “(Harga, Red) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” imbuhnya.

Sugeng menyebut program SPHP juga merupakan perwujudan dari tiga pilar ketahanan pangan yang ditugaskan kepada BULOG. Meliputi ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga khususnya komoditas beras. Program dilaksanakan sepanjang tahun.

Program merupakan hasil tindaklanjut dari surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 02/TS.03.03/K/1/2023 tanggal 04 Januari 2023 perihal Penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras di Tingkat Konsumen Tahun 2023.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog DIJ Muhammad Attar Rizal menyampaikan, pihaknya berupaya menyalurkan beras program SPHP secara merata. Hal ini agar pengendalian stok dan harga beras tetap stabil. “Kami berupaya agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau di berbagai saluran,” ujarnya. (lan/bah)

Jogja Utama