RADAR JOGJA – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja melakukan cara unik dalam rangka peringatan ke-77 HUT Kemerdekaan RI. DPP menggelar lomba membuat sembilan jenis bungkus tradisional dari daun pisang. Kegiatan bukan hanya berupa seremoni kemeriahan, tapi juga memiliki misi kebudayaan.

Kepala DPP Kota Jogja Suyana menyebut, ada lima kelompok bidang penyuluh ikuti lomba membuat sembilan jenis bungkus tradisional dari daun pisang. Masing-masing kelompok terdiri dari sepuluh orang. “Kami ingin menggelar lomba yang mungkin belum pernah diadakan di mana-mana. Jadi kami membuat pembungkus dari daun pisang,” paparnya diwawancarai Radar Jogja di kantornya kemarin (4/8).

Perlombaan pun mengikuti budaya rewang. Tradisi saling membantu saat ada hajatan. Sepuluh orang yang berada dalam tim duduk bersimpuh mengenakan pakaian tradisional. Selain itu, diwajibkan menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi. “Ini kan olah pikir dan olah terampil. Harapan kami, bisa kembali seperti zaman rewang,” ujarnya lantas tertawa.

Melalui kegiatan ini, Suyana berharap, masyarakat kembali mengenal khazanah leluhur bangsa. Lantaran pembungkus tradisional, merupakan produk kebudayaan yang bermanfaat. Penggunaan bungkus dari daun, dinilai ramah lingkungan. Selain itu, justru menambah rasa nikmat sebuah hidangan. “Ini juga lebih sehat. Harapan kami, bisa kembali. Itu akan sangat bagus dan mulai langka,” cetusnya.

Dalam upaya perluasan pemahaman ini, Suyana menggandeng Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kader yang dimiliki oleh PKK diketahui Suyana menyebar di tiap kampung Kota Jogja. “Kami berharap, nanti bisa dipromosikan oleh PKK Kota Jogja. Banyak kader yang bisa diberdayakan,” serunya.

Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Jogja, Turti Kadri menyatakan bahwa terobosan yang dicetuskan oleh DPP Kota Jogja luar biasa. Sebab penggalakkan kembali bungkus tradisional dapat bermanfaat secara luas pada permasalahan kesehatan dan sampah. “Suatu kejutan, berikut sebagai upaya nguri-uri (melestarikan) budaya leluhur,” sebutnya.

Oleh sebab itu, Turti siap meluaskan informasi dalam organisasi yang diampunya. Terkait teknik pembukusan tradisional dari daun pisang. “Ini akan kami usulkan. Kami akan kami woro-woro (menginformasikan) ke wilayah melalui kader PKK Hangabehi. Kami juga terlibat dalam berbagai lini kegiatan masyarakat,” tandasnya. (fat/bah)

Jogja Utama