RADAR JOGJA – Sebagian wisatawan yang berkunjung di Malioboro, memilih untuk tetap menggunakan masker. Mereka mengaku tetap nyaman menggunakan masker dan ingin menjaga kesehatan diri.

Ahmad Restu, 21, adalah salah satunya. Wisatawan asal Surabaya, Jawa Timur ini sama sekali tak menanggalkan masker. Meskipun saat berswafoto bersama ibunya. “Soalnya untuk jaga-jaga,” lontarnya diwawancarai Radar Jogja Jumat (20/5).

Sejak pandemi Covid-19 merebak, baru kali ini Ahmad mengunjungi Jogja. Malioboro pun jadi destinasi wajib dalam daftar kunjungannya selama di Kota Gudeg. Lantaran menyimpan kenangan kala dirinya masih kanak-kanak. Tapi pengunjung yang juga ingin menikmati suasana Malioboro, tentu bukan hanya dia. Menurut Ahmad, jumlah pengunjung Malioboro cukup tinggi. “Takutnya Covid-19 belum hilang. Jadi kami pakai masker,” sebutnya.

Ahmad pun mengaku, sebetulnya dia merasa kurang nyaman menggunakan masker. Sebab napasnya jadi terbatas. Namun ruang terbuka, dinilainya tetap berpotensi jadi media pembawa polusi. “Karena itu, masih dikhawatirkan (udara bebas, Red) bisa menularkan penyakit,” ucapnya.

Wisatawan lainnya, justru ada yang merasa terlanjur nyaman menggunakan masker. Dia adalah Mei, 51. Warga Cikarang, Jawa Barat ini mengkhawatirkan debu yang dapat dihirupnya. Ketika ia beraktivitas di ruang terbuka. Termasuk saat duduk di pedestrian Malioboro. “Saya ke mana-mana juga pakai masker,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) membenarkan, pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka. Kecuali, warga tersebut tengah sakit. Namun, diimbau warga untuk tetap menggunakan masker. Sebab hal itu merupakan kebiasaan baik dalam upaya melindungi diri dari penyakit. “Silakan pakai masker saja,” tuturnya.

Termasuk di pedestrian Malioboro, HP tetap berharap warganya memperhatikan kesehatan diri. Langkah yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan masker. “Wajib masker ya, kalau di kerumunan,” pesannya.
HP pun menyoroti merebaknya hepatitis misterius. Dimungkinkan, salah satu penularannya juga melalui udara. Sehingga langkah antisipasi harus dilakukan. “Kami imbau, lebih baik menggunakan masker. Akan lebih nyaman, dan melindungi diri,” tandasnya. (fat/bah)

Jogja Utama