RADAR JOGJA – Masyarakat, khususnya para pelaku perjalanan menyambut gembira penghapusan syarat tes PCR dan antigen untuk perjalanan jauh. Ini berlaku bagi yang telah menerima vaksin dua kali.

Salah satunya dirasakan Heksa Andrianto, 26. Dia mengaku baru menjalani vaksin lengkap. Sementara untuk vaksin booster, dia belum mendapatkan. Dia belum booster.Ayah satu putra ini membeberkan, sudah mendaftar booster ke puskesmas. Namun, dua minggu menunggu, dia tak juga mendapat kabar.

Sementara dirinya juga merasa berat, jika membayar biaya antigen. Oleh sebab itu, dirinya merasa senang, PT KAI menghapus syarat antigen dan PCR untuk perjalanan jauh. ,” sebutnya di Stasiun Lempuyangan kemarin (19/5).

Pelaku perjalanan lainnya yang menyambut gembira penghapusan antigen dan PCR sebagai syarat perjalanan jauh adalah Sugihartini, 36. Ibu dua orang anak ini jadi merasa lebih leluasa dalam melakukan perjalanannya. “Alhamdulillah, kalau pemerintah tidak ngomongin korona, Insya Allah itu hilang kok,” ujarnya.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto membenarkan, kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 18 Mei 2022. Aturan tersebut menyesuaikan dengan peraturan terbaru, yakni terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19. “KAI mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Relaksasi protokol kesehatan ini diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda transportasi kereta api. Serta turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional. Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system dengan aplikasi PeduliLindungi.

Terkait syarat menggunakan masker pada moda transportasi publik, pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun. Untuk dapat naik kereta api, pelanggan harus dalam kondisi sehat. Tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius. “Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, KAI memberikan healthy kit kepada pelanggan jarak jauh yang berisikan masker dan tisu basah secara cuma-cuma,” lontarnya. (fat/din)

Jogja Utama