RADAR JOGJA – Pengusaha rental mobil berinisial BPD, 33, warga Kapanewon Galur menggelapkan uang senilai Rp 47 juta. Korban adalah sahabat tersangka bernama Ibnu Suprastowo, yang ditawari untuk ikut investasi mobil dalam usaha rental.
Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan, korban melaporkan BPD sejak November 2021. Namun, tersangka baru diamankan pada Mei.
Dijelaskan, kasus ini bermula dari kedekatan pelaku dengan korban yang sudah berteman sejak SMP. Pelaku beberapa tahun mengembangkan bisnis jasa persewaan mobil. Korban akhirnya tertarik menginvestasikan mobil. “Korban meminjam uang di bank senilai Rp 50 juta, sebanyak Rp 47 juta diserahkan kepada pelaku sebagai uang muka pembelian mobil untuk pengembangan usaha rental,” bebernya kemarin (18/5).
Kenyataannya, uang tidak digunakan untuk pengadaan mobil. Hal itu pun tidak membuat korban curiga. Karena pelaku mencoba mengelabui korban dengan surat bukti order pembelian mobil fiktif. “Karena tidak ada kejelasan mobil yang dimaksud, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi,” ucapnya.

Di hadapan petugas, BPD mengakui semua perbuatannya dengan alasan terbentur kebutuhan. Uang dipakai untuk membayar cicilan mobil pribadinya. Sementara order pengadaan mobil baru, hanya fiktif belaka. “Karena saya juga utang di bank untuk modal,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, BPD dijerat dengan Pasal 372 atau 378 tentang Penipuan dan Penggelapan. Dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (tom/eno)

Jogja Utama