RADAR JOGJA – Kapal nelayan ukuran 10 growston (GT) berisi tiga nelayan kehilangan kontak atau lost contact sejak lima hari lalu di sekitar perairan Pantai Ngitun, Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Sedianya mereka berangkat dari Pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur menuju Cilacap. Hingga kini regu penyelamat masih berupaya melakukan pencarian.

Tiga nelayan hilang diketahui bernama Anggi Pratama, 19, warga Kapanewon Girisubo, Gunungkidul. Kemudian dua lainnya masing-masing Riki, 21, dan Hendra, 23, beralamat di Cilacap, Jawa Tengah. Sebelum los contact, ketiganya berangkat sejak Rabu (27/04) sekitar pukul 21.00 dari Pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur menuju Cilacap, Jawa Tengah untuk perbaikan mesin kapal ke Cilacap.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengatakan, memperoleh informasi kapal hilang pada Minggu malam takbiran atau (1/5). Pihaknya langsung berkomunikasi dengan nelayan untuk memastikan kabar itu.”Diketahui, nelayan di Gunungkidul semua sudah mendarat tidak ada lagi yang melaut,” kata Sunu Handoko saat dihubungi kemarin (3/5).

Hanya diakui, sehari sebelumnya petugas melihat serpihan bangkai kapal berserakan di kawasan Pantai Ngitun, Kalurahan Purwodadi, Tepus. Awalnya tidak menyangka temuan tersebut ternyata ada benang merah dengan kasus hilangnya kapal nelayan asal Jawa Timur baru-baru ini. Lokasi penemuan serpihan kapal ada di dekat Tebing Umbul, sebelah barat Pantai Ngitun.”Kami langsung melakukan penelusuran di lapangan,” ujarnya.

Diperoleh informasi, salah satu dari nelayan hilang warga Gunungkidul. Bahkan, sebelum kehilangan kontak mereka sempat komunikasi dengan Poniman, 55, nelayan asal Girisubo. Kontak terakhir dilakukan pada Jumat (29/04) pukul 02.45. Korban menyampaikan bahwa¬† kapal yang ditumpangi mengalami panas mesin. Mereka bermaksud mendinginkan mesin di tengah perairan Pantai Baron.”Anggi (nelayan warga Gunungkidul) juga sempat komunikasi dengan keluarga dan diminta mendarat. Tapi tidak jadi karena kapal tidak dilengkapi dokumen. Khawatir bermasalah dengan Syahbandar,” ungkapnya.

Namun beberapa saat kemudian mereka sudah tidak bisa dihubungi lagi. Hingga berita ini ditulis, ketiga nelayan hilang belum berhasil ditemukan. “Penyisiran dilakukan sejak pagi hari,” ujarnya.

Pencarian tiga awak kapal Mandala Putra dibagi dalam tiga tim. Tim pertama yakni tiga tim SAR dan nelayan akan melakukan penyisiran dengan menggunakan kapal sekoci milik nelayan.
Tim kedua, tiga tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu jukung dari Pantai Siung mengarah ke barat. Tim ketiga yakni tim darat dilakukan monitoring ke Pantai Ngitun sekaligus penjagaan pengamanan libur Lebaran.”Karena personel kami sekaligus pengamanan libur Lebaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlimnas Korwil 2 Gunungkidul, Surisdiyanto menduga, troubel mesin memicu terjadinya kecelakaan laut (lakalaut). Pihaknya mengimbau kepada nelayan agar hati-hati ketika melaut. Memastikan kesiapan mesin dan kelengkapan lainnya guna meminimalisiasi kerawanan.”Untuk pantauan gelombang masih landai. Tapi kepada wisatawan kami mengimbau agar hati-hati,” pesan Surisdiyanto. (gun/din)

Jogja Utama