RADAR JOGJA – SMPN 2 Jogjakarta melaksanakan ujian sekolah Tahun Ajaran 2021/2022 sejak Senin (18/4) lalu sampai Senin (25/4) mendatang. Hasil ujian ini nantinya akan dijadikan evaluasi bagi sekolah guna menghadapi asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Jogjakarta Sakir Marwanto menuturkan, ujian sekolah merupakan agenda rutin. Sesuai dengan agenda penyelenggaraan kalender pendidikan dan kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja. “Pelaksanaan ujian ini serentak di Kota Jogja,” ujarnya kepada Radar Jogja disela pengawasan ujian kemarin (21/4).
Persiapan ujian dilakukan sejak semester dua Tahun Ajaran 2021/2022. Kendati pembelajaran tatap muka (PTM) masih terbatas yang hanya memperkenankan sekolah menggelar PTM sebanyak 50 persen. “Kami prioritaskan kelas 9 masuk terus, yang kami switch kelas 7 dan 8,” bebernya.
Sakir optimistis pelaksanaan ujian sekolah ini dapat dilalui siswanya dengan baik. Dua minggu jelang ujian pun, sekolah juga memastikan kembali kesiapan siswa. “Kami menyampaikan, setelah materi, apakah ada materi yang belum dipahami. Kami gali bersama,” ujarnya.
Ada 11 mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa, matematika, IPA, IPS, PJOK, seni budaya, prakarya, PPKN, dan agama. Selanjutnya, hasil Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2021/2022 akan dijadikan sebagai rujukan. SMPN 2 Jogjakarta akan menilik kekurangan sebagai evaluasi yang perlu diperbaiki. “Hasil ujian akan digunakan evaluasi menyambut ASPD,” ungkapnya.

Dalam ASPD hanya ada empat mapel yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika, dan IPA. Gelarannya akan dilakukan mulai tanggal 17 Mei mendatang. “Nanti akan ada libur akhir Ramadan dan Lebaran, ada jeda dua minggu. Kami mengejar di sana,” tegas Sakir.
Salah satu siswi SMPN 2 Jogjakarta bernama Sheren Safina Anadea pun tak merasa khawatir. Dia merasa percaya diri, nilai yang akan diperolehnya cukup. Sebab gadis 15 tahun ini mengaku tidak kesulitan saat mengerjakan materi ujian. “Tidak terlalu sulit, tinggal les persiapan ASPD,” serunya. (fat/din)

Jogja Utama