RADAR JOGJA – Ditutup sejak 2021, Jembatan Merah di Kalurahan Condongcatur akan segera dibangun. Jembatan akan diperluas menjadi 22×9 meter, dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,34 miliar.

Jumlah tersebut, sesuai dengan catatan laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Sleman. Dengan penetapan pemenang lelang akan dijadwalkan pada Kamis (21/4). Setelah proses masa sanggah dan penunjukan, maka penandatanganan kontrak dapat dilakukan. Direncanakan mulai 27 April sampai 9 Mei. Dengan begitu, proyek dapat segera dilaksanakan. “Awal Mei sudah kontrak, atau akhir April,” tegas Taupiq Wahyudi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman kemarin (18/4).

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji mengaku, saat ini proses lelang masih berjalan. Dia pun berharap, pembangunan Jembatan Merah bisa terwujud tahun ini. Sehingga dapat segera dimanfaatkan seluruh warga. “Kami percaya dengan pemkab akan direalisasikan tahun ini. Sudah ditunggu warga,” ujarnya.

Kondisi Jembatan Merah yang tidak difungsikan selama setahun terakhir pun banyak mendapatkan keluhan warga. Pasalnya, arus kendaraan dari Jalan Affandi dan Jalan Tantular akan menumpuk di pertigaan Soropadan. Yang berada di sebelah utara jembatan. Tak ayal, kapasitas kendaraan yang banyak membuat lokasi tersebut kerap macet. “Semua kendaraan lewat situ (pertigaan Soropadan, Red). Gara-gara jembatan ditutup jadi mutar,” ujar Riko, 20, yang tinggal di indekos seputar Pelem Kecut. (cr4/eno)

Jogja Utama