RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menegaskan agar pelaku kejahatan jalanan atau klithih ditindak tegas. Meski mayoritas pelaku klithih adalah anak di bawah umur.

Hal ini dilakukan agar pelaku menda[atkan efek jera. Pasalnya, kejahatan jalanan tidak bisa ditolerir. Apalagi jika sampai menghilangkan nyawa seseorang. “Klithih kan orangnya juga sudah ditangkap, hanya nanti ada proses. Saya hanya ingin hukum itu ditegakkan, aturan itu sudah ada dari departemen (kementerian, Red) terkait,” ujar HB X di Gedung DPRD DIJ kemarin (8/4).

Jika sudah berproses hukum, kata HB X, maka Pemprov DIJ memiliki kewajiban untuk membina pelaku klithih. “Melalui dinas sosial dan beberapa lembaga, sudah menangani orang-orang yang pernah terlibat klithih,” ungkapnya.

Keseriusan Pemprov DIJ memberantas klithih, tertuang dalam surat bernomor 050/5082 dan diteken 7 April 2022. HB X meminta pemerintah kabupaten/kota untuk melibatkan beragam unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua kampung, dan karang taruna dalam pencegahan dan penanganan kejahatan jalanan. Hal itu dilakukan untuk menyosialisasikan pentingnya keluarga, agar memantau dan mengetahui keberadaan anaknya. Terutama saat malam hari.

Kepala daerah, juga diminta menggiatkan patroli lingkungan dengan melibatkan keberadaan linmas dan jaga warga yang sudah dibentuk. Dan tersebar di desa atau kalurahan. Pemprov, juga melibatkan TNI dan Polri untuk monitoring pergerakan kumpulan. (cr4/eno)

Jogja Utama