RADAR JOGJA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di DIJ kembali diperpanjang, berlaku kemarin (5/4) hingga 18 April 2022. Perpanjangan PPKM di DIJ dikarenakan tracing yang masih lemah. Selain itu data per 3 April 2022, positivity rate di DIJ masih cukup tinggi diangka 7,03 persen.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan pandemi masih ada. Kendati masih PPKM level 3 namun mengatur aktivitas masyarakat semakin sulit. Terlebih pemerintah pusat memperbolehkan mudik dan aturan tes swab hasil negatif bagi pelaku perjalanan ditiadakan.

“Level 3 masih punya wewenang membatasi tapi gimana mau membatasi kalau yg mau berangkat ke sini saja (mudik dan wisata, Red) gak di-swab kok,” tegasnya di Kompleks Kepatihan Jogja, kemarin (5/4).

Oleh sebab itu HB X mengajak seluruh warga masyarakat kembali mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Pasalnya hanya itu cara untuk menekan laju persebaran virus.

“Ya sudah pokoknya kita semua jaga prokes dan pakai masker itu aja. Mau apalagi. Makin rendah yang OTG (kalau, Red) yang datang ke Jogja makin banyak bukannya makin berkurang (penularan, Red),” jelasnya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan indikator DIJ masih PPKM level 3 ialah berdasarkan kasus aktif pasien Covid-19, bed occupancy rate (BOR) jumlah kesembuhan dan kematian.

“Sebetulnya BOR kami cukup besar. Artinya ketersediaan bed di rumah sakit sebenarnya sudah mendedikasikan untuk perawatan reguler. Tapi siap setiap saat bisa dipergunakan untuk Covid-19,” jelasnya.

Atas pertimbangan efisiensi tersebut, BOR terlihat tinggi. Padahal karena orang jarang ke rumah sakit maka tempat tidur dialokasikan ke pasien reguler. “Itu jadi catatan di Kemenkes, bed kami kan jadi terbatas tapi setiap saat on call itu bisa digunakan,” imbuhnya. (cr4/bah).

Jogja Utama