RADAR JOGJA – Pemprov DIJ memastikan vaksinasi tetap dilaksanakan selama Ramadan. Waktunya dipersingkat dari pagi menjelang siang.
Kepala Dinas Kesehatan DIJ, Pembajun Setianingastutie memastikan vaksinasi Covid-19 saat puasa diperbolehkan. Warga tidak perlu khawatir karena vaksin saat puasa aman. “Vaksinasi tidak batalkan puasa,” tegasnya Jogja (30/3).

Tidak seperti hari biasa, suntikan vaksin diberikan dengan waktu yang relatif lebih singkat. Vaksin diberikan dari pagi hingga menjelang siang. Sebab di waktu itu, stamina pemberi dan penerima vaksin di jam tersebut dimungkinkan masih bagus. “Dari pagi jam 8.00-11.30,” imbuhnya.

Pembajun juga menyebut stok vaksin di DIJ dipastikan aman. Sehingga apabila ada lonjakan permintaan vaksin dapat diatasi. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan pemerintah yang memperbolehkan mudik dan pelaku perjalanan diwajibkan sudah vaksin lengkap termasuk dosis ketiga. “Jumlah vaksin untuk booster, Insyaallah cukup,” imbuhnya.

Terpisah, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pemberian vaksin Covid-19 saat puasa Ramadan tetap dilakukan. Terlebih menghadapi Idul Fitri yang dipastikan banyak pemudik. Hal ini untuk memutus persebaran virus Covid-19. “Tetap jalan. Enggak ada larangan to. Kita jalan,” ujarnya.

Sentra vaksin di kabupaten dan kota tetap dibuka dan disiagakan. Vaksinasi massal juga diadakan untuk mendongkrak capain vaksin di DIJ. Adapun ketersediaan stok pun masih aman dan terkendali. “Nanti terus kami adakan di beberapa tempat kalau peminat (banyak, Red). Konsentrasi di satu tempat. Stok vaksin masih, malah harus segera kami pakai agar tidak kedaluarsa,” jelas Aji.

Diketahui, capaian vaksin Covid-19 booster per 29 Maret 2022 sasaran masyarakat umum sudah mencapai 20,16 persen atau 348.055 dosis. Secara keseluruhan dari target 2,8 juta dosis vaksin tercapai 19,91 persen atau 573.313 dosis. (cr4/bah).

Jogja Utama