RADAR JOGJA – Extinction Rebellion Yogyakarta menggelar aksi kepedulian akan situasi iklim dunia di Tugu Jogja, kemarin (25/3). Dengan tajuk Global Climate Strike, mereka menyuarakan kedaruratan iklim dan keselamatan manusia. “Masyarakat desa dan adat telah mengalami ketidakadilan berkali-kali,” ujar koordinator aksi Wahyu Aji dalam aksi kemarin.

Wahyu menambahkan bahwa masyarakat desa dan adat sudah menjadi penyintas paling terdampak dari krisis iklim. Mereka mengalami penindasan atas tanah dan ruang hidup yang berkedok penyelamatan ekonomi. Ia pun mengajak kalangan muda untuk lebih peka terhadap demokrasi bagi para kelompok minoritas atau warga sipil yang tertindas.

“Ketahanan pangan adalah hal penting yang harus dimiliki Indonesia sebagai negara agraris di tengah krisis iklim seperti saat ini,” tambahnya.

Salah satu peserta aksi, Bio Andaru, juga ingin menyampaikan pesan kepada G20 untuk lebih memperhatikan kemanusiaan dan keadilan rakyat. Ia menilai bahwa saat ini penggunaan energi fosil masih sering digunakan. Padahal hal tersebut merusak lingkungan. “Tolong diperhatikan, jangan melihat dari aspek ekonomi atau keuntungan saja,” tambahnya. (cr5/bah)

Jogja Utama