RADAR JOGJA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di DIJ dijadwalkan berakhir kemarin (21/3). Hasil asesmen pada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut hasil asesmen DIJ per 18 Maret 2022 berada di PPKM level 3.

“PPKM level 4 level 3 sakjane podo wae (sebenarnya sama saja, Red). Karena kami sudah dua tahun, karena kondisinya (kasus, Red) menurun saja. Tetap sama saja, prokes dan masker tetap jadi prioritas. Semoga ini terus menurun, sudah dua tahun lebih kok,” ujar Gubernur DIJ Hemengku Buwono (HB) X kemarin (21/3).

HB X mengatakan masyarakat sudah lelah menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai. Meski begitu, protokol kesehatan harus selalu ditegakkan untuk mengurangi persebaran kasus.

” Sebetulnya yang punya pasien kan kabupaten/kota. Jadi bagaimana kabupaten kota tetap menjaga kondisi yang turun begini bisa dijaga,” ujarnya.
Ihwal status endemi, HB X menyebut status tersebut adalah kewenangan pemerintah pusat. Kebijakan endemi diambil berdasarkan rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Agar masuk bisa layak menjadi endemi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus disiplin.

“Akan makin banyak orang datang ke Yogya. Karena naik pesawat saja tidak perlu PCR dan sebagainya. Yang dibatasi, gimana satu-satunya cara ya prokes dan masker di mana pun itu harus dipakai,” jelas HB X.

Kepala Bagian Humas Pemda DIJ Ditya Nararyo Aji mengatakan PPKM level 3 di DIJ adalah hasil asesmen. Selebihnya menunggu instruksi kementerian dalam negeri. “Untuk keputusan final apakah DIJ menjadi level 3 atau masih level 4 tetap menunggu Inmendagri keluarnya seperti apa,” jelasnya. (cr4/bah)

Jogja Utama