RADAR JOGJA – Kenaikan harga komoditas bahan pokok menjelang Ramadan dan hari raya besar tidak bisa dipisahkan. Seperti pada kenaikan harga daging ayam, yang diprediksi menyentuh Rp 40 ribu per kilogram.

Pedagang daging ayam di Pasar Wates, Kulonprogo Wakijem, 50, menuturkan, prediksi harga hingga Rp 40 ribu tersebut, memang masih fluktuatif. Harga ayam bisa saja naik, bahkan turun hingga lebaran nanti. Disesuaikan dengan permintaan konsumen serta ketersediaan stok saat Ramadan dan menjelang lebaran.

Namun saat ini, diakuinya permintaan masyarakat tergolong tinggi. Meski demikian, harga ayam kini berada di kisaran rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. “Jelang hari-hari besar memang bakal terjadi kenaikan harga untuk daging ayam,” ujar Wakijem kemarin (20/3).

Sementara Kepala Disperindag Kulonprogo Sudarna mengatakan, daging ayam memang berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan. Namun saat ini, harga daging ayam per kologram masih di kisaran Rp 34 ribu.

Tidak hanya daging ayam, lanjutnya, beberapa komoditas yang diprediksi mengalami kenaikan harga adalah gula pasir, telur, daging sapi, cabe, terigu, dan minyak goreng. Berbagai bahan pokok tersebut, dimungkinkan mengalami kenaikan harga lantaran merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. “Terlebih lagi, menjelang hari raya nanti bahan-bahan pokok tersebut tentu bakal lebih dibutuhkan untuk berbagai kegiatan,” bebernya.

Kendati diprediksi mengalami kenaikan harga, Sudarna menyebut stok bahan-bahan pokok di Kulonprogo dipastikan aman. Sampai nanti hari raya Idul Fitri, atau hingga awal April. Sehingga kemungkinan kenaikan harga yang terjadi, masih dalam taraf wajar. “Dan tidak terlalu memberatkan masyarakat,” ucapnya.

Sudarna menambahkan, dari pemantauan harga sepekan terakhir, harga beberapa komoditas bahan pokok masih dalam kategori stabil. Seperti beras Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu per kilogram, gula pasir Rp 14 ribu per kilogram, dan daging sapi Rp. 131 ribu per kilogram. Kenaikan hanya terjadi pada komoditas minyak goreng yang kini harganya menyentuh Rp 23 ribu per liter. “Sampai hari ini stok aman, prediksi sampai lebaran juga aman,” tegasnya.

Kenaikan harga dagingb ayam juga terjadi di Sleman. Diungkapkan pernjual satur sekitar Pasar Sleman Parti, 55, harga daging ayam mulai merangkak naik dari Rp 32.400 ribu menjadi Rp 34.250 per kilogram. Untuk harga tertinggi, berada di Pasar Cebongan kisaran Rp 34 ribu per kilogram.

Kenaikan harga, juga terjadi pada telur ayam bloiler. Dari Rp 22 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilogram. “Kenaikan cukup terasa di minggu kedua,” ungkap Parti kemarin.

Kenaikan juga terjadi pada bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih dan gula pasir. Harga bawang merah saat ini Rp 38 ribu. Minggu lalu, sekitar Rp 35 per kilogram. Begitu juga bawang putih kating. Jika normalnya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram, saat ini Rp 32 ribu per kilogram. “Kecuali cabai, harganya fluktuatif. Kalau kualitas panennya bagus, melimpah di petani harganya berkisar Rp 55 ribu. Tapi pas lagi sedikit panennya bisa sampai Rp 70 ribu per kg,” beber Parti.

Sementara untuk daging sapi, harganya masih stabil. Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi dan Penggilingan Baso Gisa Sembada Sleman Sugiyo Ahmad. Dia menyebut, daging sapi kualitas nomor satu berkisar di harga Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram. Sementara kualitas nomor dua, Rp 115 ribu per kilogram. “Dan kualitas tiga Rp 110 per kilogram,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kata Sugiyo, pasokan daging sapi di DIJ tak kekurangan. Pasokan melimpah, sehingga kecenderungan harga meningkat justru saat mendekati lebaran. Itu pun paling banter Rp 135 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. “Bukan karena stoknya kurang tetapi peningkatan harga disertai biaya operasionalnya yang tinggi,” ujarnya.

Operasional tinggi, lanjutnya, karena permintaan di pasaran juga tinggi. Sehingga ada penambahan pekerja, mulai dari jasa pemotongan dan transportasi juga meningkat. “Kalau biasanya permintaan meningkat 30 persen menjelang lebaran,” ungkapnya. (inu/mel/eno)

Jogja Utama