RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meminta kegiatan pentas seni di kawasan Malioboro dihentikan sementara waktu. Sebab memicu kerumunan, yang berpotensi terjadi penularan virus.

Langkah ini diambil karena kasus terkonfirmasi Covid-19 mengalami lonjakan setiap harinya. Dalam sehari, penambahan kasus aktif Covid-19 di DIJ mencapai 2.778 orang Jumat (25/2). Potensi lonjakan kasus akan semakin parah apabila kegiatan terus dilaksanakan. Terlebih saat ini wilayah DIJ dikatakan belum mengalami puncak penularan kasus. “Karena risikonya jadi besar (jika tetap menyelenggarakan pentas, Red),” tegas HB X di Kompleks Kepatihan Jogja Kamis (24/2).

Terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, kerumunan terjadi di Teras Malioboro 2. Sedangkan acara musik di Teras Malioboro 1 dinilai lebih terkontrol. Karena pengunjung hanya lewat, sehingga tidak menimbulkan kerumunan. “Tapi yang dipentaskan di Teras Malioboro 2 kita setop dulu,” jelasnya.

Meski dihentikan sementara, Aji menyakini, tidak akan berpengaruh pada omzet penjualan. Mengingat adanya pentas seni, hanya bertujuan mengenalkan lokasi relokasi pedagang kaki lima. Hal ini sebagai upaya promosi agar keberadaan teras Malioboro 1 dan 2 dikenal khalayak. “Itu kan hanya untuk mengundang saja,” ujarnya.

Di sisi lain, penambahan kasus kemarin masih didominasi warga Sleman sebanyak 1.011 orang, disusul 759 warga Bantul, 627 warga Kota Jogja, 277 warga Kulon Progo, dan 104 warga Gunungkidul.

Juru bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyebut, saat ini total terkonfirmasi Covid-19 mencapai 185.536 kasus. Dengan penambahan sembuh sebanyak 485 kasus. “Sedangkan kasus meninggal ada 9 orang sehingga total kasus meninggal menjadi 5.347 kasus,” jelasnya. (cr4/eno)

Jogja Utama