RADAR JOGJA – Pemeruntah Provinsi (Pemprov) DIJ kembali melaporkan lonjakan kasus positif Covid-19 kemarin (18/2) sebanyak 1.633 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 169.762 kasus.

Juru bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan penularan didominasi warga Sleman disusul warga Bantul. Disebutkan, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 didominasi 639 warga Sleman, disusul 442 warga Bantul, 309 warga Kota Jogja, 159 warga Kulon Progo, dan 84 warga Gunungkidul.

Penambahan kasus sembuh sebanyak 138 kasus sehingga total sembuh menjadi 152.932 kasus yang terdiri dari 52 warga Kota Jogja, 45 warga Bantul, 21 warga Gunungkidul, 14 warga Sleman, dan6 warga Kulonprogo.
“Ada lima kasus meninggal yang terdiri dari dua warga Kulon Progo, dua warga Gunungkidul, dan 1 warga Sleman sehingga total kasus meninggal menjadi 5.304 kasus,” jelasnya.

Meskipun gejala yang ditimbulkan oleh virus varian Omicorn Covid-19 lebih ringan dibandingkan varian Delta, namun masyarakat harus tetap waspada sebab kondisi setiap orang berbeda-beda. Mayoritas yang terpapar memang bergejala ringan namun ada juga yang kemudian berefek buruk hingga kematian sehingga harus diwaspadai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ mencatat ada enam pasien isolasi mandiri (isoman) yang meninggal dunia selama Februari 2022. ”Di tengah isoman ternyata meningkat, kemudian membuat beberapa kasus fatalisme sampai meninggal dunia,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana.

BPBD meminta seluruh satgas di tingkat padukuhan dan desa termasuk puskesmas melakukan pemantauan warga yang menjalani isoman di rumah masing-masing. Terlebih mayoritas penderita Covid-91 memilih isoman.
BPBD juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan pemantauan dan pendampingan pasien isoman dan bagi pasien yang rumahnya tidak layak. ”Untuk isolasi diminta masuk ke selter maupun isolasi terpusat (isoter),” terangnya.

Sebagai upaya antisipasi melonjaknya kasus positif Covid-19 maka Pemprov DIJ akan menambah selter. Apalagi selter Hotel Mutiara 2 diketahui juga sudah terisi penuh dan jika memungkinkan, maka Hotel Mutiara 1 juga akan digunakan untuk selter Covid-19. (cr4/bah)

Jogja Utama