RADAR JOGJA – Sejak diresmikan akhir 2020 lalu, beberapa kali pelataran Tugu Pal Putih mengalami kerusakan. Beberapa kali diperbaiki, kerusakan terus muncul. Salah satunya, pada kontruksi mainhole fiber optik (FO) kawasan Tugu Pal Putih, bahkan hingga akibatkan pengendara jatuh.

Seorang, pebecak motor yang kerap mangkal di simpang Tugu Pal Putih, Yadi mengatakan, kerusakan kontruksi mainhole FO itu sudah sejak tiga bulan terakhir ini. Bahkan, beberapa kali diperbaiki dan rusak kembali. Dalam pekan terakhir ini yang paling parah karena menyebabkan pengendara motor hingga jatuh akibat jalan tidak rata pada titik kerusakan tersebut. “Kalau waktu hujan licin, pernah ada korban kejeglong. Waktu hujan sering ada yang jatuh,” katanya ditemui saat mangkal di kawasan Tugu Pal Putih kemarin (17/2).

Laki-laki 74 tahun itu menyebut dalam seminggu kemarin sudah ada dua korban pengendara motor jatuh akibat melintas tepat pada mainhole FO yang tidak rata dengan paving block. ” Terakhir saya lihat dua orang boncengan jatuh. Sering kok,” ujar seraya menyebut sejak pukul 05.00 mangkal di sana.

Menurut yang sudah mangkal di kawasan Tugu Pal Putih sejak tahun 82 silam itu sebelum kawasan Tugu Pal Putih direvitalisasi tidak sering pengendara jatuh akibat kontruksi yang rusak. “Sebelum di konblock gini dulu ya gak sering ada orang jatuh.Setiap hari dilewati kendaraan suaranya jeglak jeglek keras sekali,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan karyawan Toko Besi Podjok Eko Wahyu, yang secara kasat mata melihat secara langsung belum lama ini ada dua pengendara motor jatuh akibat melintas di atas mainhole FO yang rusak. “Pas hujan nggak kelihatan kan dan licin,” katanya.

Proyek penataan kawasan Tugu diresmikan pada 18 Desember 2020 dengan gelontoran danais sebesar Rp 9,5 miliar. Proyek berfokus pada pemindahan kabel melintang di udara ke saluran ducting. Batuan di pelataran kawasan Tugu yang sebelumnya berjenis andesit itu juga dirombak dengan paving block dengan ketebalan sepuluh sentimeter.

Namun, kini kembali sudah rusak. Nampak sebagian beton cor yang mengelilingi penutup mainhole cover saluran ducting retak hingga pecah. Kerusakan paling parah merembet pada rusaknya paving block jalan di sekitar mainhole cover saluran ducting.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Hari Setyowacono membenarkan terjadi kerusakan dan sedang dalam tahap rencana untuk diperbaiki. “Iya segera kita eksekusi perbaikannya. Kami lakukan perbaikan permanen nanti ya,” jelasnya via WhatsApp. (wia/pra)

Jogja Utama