RADAR JOGJA – Pemerintah menetapkan Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu dan umat Buddha. Baik yang ada di Indonesia maupun seluruh dunia.
Dengan begitu, kegiatan peribadatan yang ada di candi-candi tersebut tidak terbatas hanya pada saat Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Waisak saja namun juga dapat dilakukan ibadah sehari-hari.

Penetapan empat candi sebagai tempat ibadah ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan 4 menteri dan 2 gubernur. Yakni Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri BUMN, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur DIJ dan Gubernur Jawa Tengah Jumat (11/2).

Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengatakan, nota kesepakatan memuat pedoman tata laksana pemanfaatan candi sebagai tempat ibadah yang berlaku selama satu tahun. Dapat diperpanjang setelah dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan.

“Jadi kami dari Pemprov DIJ maupun Jawa Tengah itu dalam kesepakatan di mana masing-masing Pemprov bisa memfasilitasi jadi tempat peribadatan dunia,” ujar HB X usai penandatangan.

Sementara itu payung hukum dan pedoman tata laksana pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur mengacu pada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 85 yang mengatur pemanfaatan cagar budaya, termasuk pemanfaatan untuk kepentingan agama, dan ketentuan. Nota kesepakatan merupakan penjabaran dari regulasi tersebut.

Selanjutnya, dalam pemanfaatan sebagai tempat ibadah, Pemprov DIJ dan Jateng akan melakukan dialog dengan pemuka agama Hindu dan Buddha agar kebutuhan peribadatan dapat disesuaikan. Kedua, pemprov juga harus terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama terkait hal tersebut. “Sehingga (kesepakatan pemanfaatan candi) Borobudur dan Prambanan jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar HB X.

Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya mengapresiasi upaya pemerintah pusat atas kesepakatan tersebut sehingga umat Buddha di seluruh dunia dapat beribadah di Candi Borobudur.
“Kami dari Walubi mengapresiasi upaya pemerintah untuk membuat Candi Borobudur sebagai pusat ibadah umat Buddha Indonesia dan dunia, adapun umat Buddha yang terdiri dari berbagai aliran harus bergotong royong untuk memberikan manfaat bagi semua,” jelasnya.

Sementara itu Koordiantor Stafsus Presiden RI sekaligus perwakilan umat Hindu, AA Ari Dwipayana mengatakan kesepakatan menandai bahwa empat candi tersebut bukan hanya untuk kepentingan konservasi semata namun juga untuk kepentingan religius, ritual, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.
“Saya kira jalan yang dibuka sangat lebar sangat berarti bagi umat Hindu, khususnya dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim Kerja Candi Prambanan sebagai Tempat Ibadah Umat Hindu Indonesia dan Dunia dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembimbing Masyarakat Hindu Kementerian Agama Nomor 26 Tahun 2021.
Sedangkan Tim Kerja Candi Borobudur sebagai Tempat Ibadah Umat Buddha Indonesia dan Dunia dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembimbing Masyarakat Buddha Kementerian Agama.

Pemanfaatan cagar budaya untuk kepentingan agama, pendidikan, ilmu pengetahuan, pariwisata dan pengembangan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat menjadi upaya untuk meneguhkan identitas bangsa dan diyakini dapat memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. (cr4/bah)

Jogja Utama