RADAR JOGJA – Hujan deras disertai angin kencang kembali membawa petaka. Di Kabupaten Sleman, tepatnya di Ringroad Utara, Padukuhan Mancasan, Candungcatur, Depok, baliho raksasa roboh lagi. Sementara di Kota Jogja, papan videotron setinggi delapan meter di Jalan Solo roboh dan hancur.

Robohnya baliho raksasa menyebabkan aliran listrik di sekitar lokasi padam, karena jaringan listrik putus tertimpa baliho. Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Baliho raksasa ini tertanam tepat di depan warung ayam goreng Punchick.
Belum diketahui nama vendor atau pemilik baliho. Namun pemilik lahan, Bege, 42, mengatakan, bangunan baliho berdiri sekitar enam tahun lalu dan saat ini hampir habis masa kontraknya.
“Seingat saya hampir habis kontraknya. Durasinya kan enam tahun. Itu konstruksi murni dari penyewanya dan kami hanya yang punya lahan. Tahun ini habis kontraknya,” ungkap Bege, sekaligus pemilik warung makan di dekat lokasi kejadian.
Bege menceritakan, saat kejadian tengah berada di dapur. Seketika bergegas keluar warung setelah mendengar bunyi ledakan yang diketahui bersumber dari jaringan listrik depan warung miliknya. Saat keluar warung, dia sudah melihat baliho roboh dalam posisi bagian tengah tiang patah dan menggantung ke jaringan listrik sekitarnya.
Lalu, tak selang lama tiang listrik yang berada di seberang sisi selatan Jalan Ringroad turut roboh. “Kalau detail ukuran balihonya saya tidak tahu. Tapi kalau tiang seberang, setahu saya pas kejadian belum. Baru setelah beberapa saat roboh,” tambahnya.
Petrus Ardianto, 23, karyawan yang bekerja di Kantor Pos sederet dengan warung makan milik Bege mengatakan, baliho roboh sekitar pukul 14.50. Saat itu sedang terjadi hujan dan angin kencang dari arah barat menuju timur. “Saat ini kondisi listrik mati,” ujarnya.
Baliho roboh hampir menimpa toko kelontong milik Topan, 38. Beruntung ada jaringan listrik yang menopang runtuhan baliho, sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan pada tokonya. “Kalau tidak ada jaringan listrik itu, bisa jadi mengenai bangunan toko atau malah roboh ke jalan,” ungkapnya.
Maraknya baliho roboh saat musim hujan disertai angin kencang, dia meminta pemerintah serius dalam mengatur pendirian baliho. Paling tidak mengantisipasi risiko roboh saat cuaca seperti ini. Termasuk pemberian izin, hendaknya dilakukan evaluasi mengenai ukuran. “Baliho kalau bisa jangan besar, kalau hujan risikonya besar,” ucapnya.
Kondisi baliho raksasa itu sobek di bagian materinya. Kemudian tampak jelas pemasangan materi baliho yang serampangan. Karena baliho cenderung ditumpuk hingga tebal. “Itu bisa jadi penyebab keberatan. Tiang tak kuat menyangga bagian papan atas,” tandasnya.
Hingga sore kemarin lokasi diamankan kepolisian. Untuk sementara semua kendaraan dari arah barat menuju timur gabung di jalur cepat. “Tadi satu jam sempat macet, karena polisi nyari bambu untuk menopang kabel,” tambah Kanit Provos Polsek Depok Timur Aiptu Suyamto yang saat itu tengah mengamankan jalan.
Polisi berupaya menghubungi pemilik vendor dan meminta segera mengevakuasi tiang baliho menggunakan crane. Sementara PLN berupaya melakukan pembenahan jaringan listrik di sekitar lokasi.
Untuk videotron yang ambruk di Jalan Solo, Hardi, salah seorang saksi mata mengatakan, kejadian berlangsung saat hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.10. “Terdengar suara cukup keras saat videotron itu roboh dan menimpa gapura,” ujarnya
Hardi mengungkapkan, ada dua sepeda motor yang terkena puing dan serpihan videotron itu. Sekitar 10 menit setelah peristiwa itu, petugas dan warga langsung menutup akses perlintasan. Hal ini agar tidak ada masyarakat yang dimungkinkan bisa kejatuhan serpihan dan material.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja langsung berupaya menurunkan material videotron yang roboh dengan cara memotong motong beberapa bagian. Menurut Sekar dari Lipo Plaza Jogja, pihak Lippo Plaza akan membantu memperbaiki kerusakan gapura dan sepeda motor yang terkena serpihan videodron. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar. (mel/cr3/laz)

Awas, Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan!

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIJ memprediksi potensi cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang selama sepekan ke depan bakal menyeluruh rata di lima kabupaten kota di DIJ. Berdasarkan pengamatan BMKG, rata-rata kecepatan angin untuk beberapa hari ke depan mencapai 10 Km per jam dan mayoritas hujan lebat terjadi pada malam hari.
Cuaca ekstrem juga berpengaruh pada tingginya gelombang air laut di pantai selatan. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dalam beraktivitas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana mengatakan, fenomena hujan lebat disertai angin kencang tidak bisa diprediksi secara pasti dan terjadi secara tiba-tiba. “Untuk itu kami selalu berikan pemahaman akan hal itu kepada masyarakat. Yang paham potensi bahaya, tentunya akan mengurangi risiko dampak angin kencang,” ujarnya kemarin (3/2).
Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti optimalisasi relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) DIJ, pengawasan pemasangan baliho, memperhatikan dan mengecek kondisi pohon besar yang ada di tempat umum. “Kewaspadaan menjadi penting, tidak hanya masyarakat. Tetapi juga fasilitas umum. Baliho dan sebagainya itu perlu dicermati keberadaannya,” jelas Biwara.
Meski begitu, berdasarkan hasil pengamatan selama ini, angin kencang biasanya muncul di Jogja bagian utara, sebab kontur di daerah itu adalah pegunungan. Ia mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan itu agar lebih waspada untuk mengurangi risiko dampak angin kencang.
“Yang sering terjadi angin kencang itu di Turi, Prambanan, kemudian sisi barat itu Moyudan. Dan, di Gunungkidul itu ada sisi utara Klipar. Kebanyakan memang sisi utara karena konturnya pegunungan,” tandasnya.
Dia meminta masyarakat DIJ meningkatkan kewaspadaan dan memiliki kesadaran untuk melakukan tindakan pencegahan dampak angin kencang. Adapun proses perbaikan, apabila ada bangunan yang rusak Biwara menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat.
“Sementara untuk proses recovery ketika ada bangunan yang diterjang angin kencang, kami selalu koordinasi dengan kabupaten-kota untuk melakukan asisment kerusakan,” tambahnya. (cr4/laz)

Jogja Utama