RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X meminta, agar uji sampel varian Omicron di laboratorium dipercepat. “Kami juga minta secepat mungkin kami kan juga butuh kejelasan,” ujar HB X Jumat.

HB X menyadari, proses pengecekan varian Omicron membutuhkan waktu karena melalui beberapa tahapan. Meski menurutnya gejala Omicron tergolong lebih ringan, namun masyarakat diminta tidak khawatir dan tetap waspada.

“Masalahnya ini kan tidak cukup seperti kemarin, harus punya spesifikasi 2 – 3 kali proses jadi agak lama tidak seperti kemarin (varian Delta, Red). Karena ini masalahnya kan Omicron itu pecahan dari Delta. Tapi kondisinya kan lebih ringan,” jelas HB X di Kompleks Kepatihan Jumat (28/1).

Protokol kesehatan Covid-19 dan akselerasi vaksinasi, lanjutnya, harus digenjot. Sebagai upaya untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Vaksin booster juga dianggap sebagai salah satu solusi memcegah penularan. “Kita juga antisipasi karena biasanya (kenaikan kasus, Red) 2, 3, 5, 10 terus 12 terus 20. Nggak usah kita punya kekhawatiran yang berlebih tapi kondisi kita antisipasi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus, Pemda DIJ juga telah melakukan upaya persiapan. Seperti dengan menyiapkan isolasi terpusat (isoter) dan pasokan oksigen. “Saya minta tingkat dua sudah siapkan isoter dan sebagainya. Sama aja persiapannya (seperti pada saat ada lonjakan kasus tahun 2020, Red),” ujar HB X.

Menurutnya, pasokan oksigen juga perlu dipersiapkan karena ditakutkan, akan terjadi kelangkaan apabila ada lonjakan kasus. Meski begitu, HB X berharap tidak ada yang tertular dengan kondisi parah sehingga bisa isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Oksigen juga (dipersiapkan). Kita kan sudah punya pabriknya jadi nggak begitu bermasalah. Tapi selama ini, kan begitu di-swab tidak tinggal di rumah sakit tapi di rumah masing-masing karena hanya ringan mungkin batuk,” jelasnya.

Di sisi lain, HB X menegaskan adanya evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) dengan banyaknya siswa yang terpapar Covid-19. Dia meminta, kapasitas PTM dikurangi untuk meminimalisir penularan virus di sekolah. “Kalau SMP, SMA mohon tidak 100 persen, tapi 50 persen. Kita lihat seminggu ini perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Satgas percepatan Vaksinasi Covid-19 Sumadi mengatakan dalam menghadapi varian Omicron, upaya akselerasi vaksin di Jogja terus dilaksanakan. Target vaksin dosis booster bagi lanjut usia (lansia), aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik dan tenaga medis ditargetkan rampung Januari. “Sudah lebih dari 90 persen,” tegasnya.

Selanjutnya, vaksin booster akan menyasar kelompok umum dimulai Februari dengan koordinasi terlebih dahulu. “Yang umum yg nanti kita mulai setelah ini, kita izin dulu,” tambahnya.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengaku, tambahan 69 kasus sehari didominasi warga Sleman. Total kasus positif adalah 37 warga Sleman, 17 warga Bantul, 12 warga Kota Jogja, dua warga Kulon Progo, dan satu warga Gunungkidul. Sehingga total terkonfirmasi Covid-19 hingga saat ini menjadi 157.281 kasus.

Sementara itu, empat kasus dinyatakan sembuh. Terdiri dari tiga warga Sleman, dan satu warga Bantul. Sehingga total kasus sembuh hingga saat ini mencapai 151.759 kasus. “Tidak ada penambahan kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 5.273 kasus,” bebernya. (cr4/eno)

Jogja Utama