RADAR JOGJA – Sat Reskrim Polresta Jogja berhasil menangkap pelaku pencurian Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang hilang di dua titik lokasi di Kota Jogja , Sabtu (8/1). Pelaku melancarkan aksi yang sama di tujuh persimpangan tersebar di wilayah DIJ.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Andhyka Donny Hendrawan mengatakan pelaku pencurian APILL Mochamad Eko Nur Cahyo (27). Warga Surabaya yang tinggal di Kabupaten Bantul. Hanya seorang diri, pelaku berhasil melancarkan aksinya tersebut. “Sudah ada tujuh lokasi persimpangan yang menjadi sasarannya selama ini. APILL yang dicuri dilakukan seorang diri,” katanya saat konferensi pers di Mapolresta Jogja, kemarin (13/1).

Andhyka menjelaskan sebanyak tujuh lokasi tersebut tersebar di wilayah DIJ. Mulai dari simpang Pasar Lama Sentolo, simpang Mirota Kampus Jalan Godean. Selanjutnya di depan RS Pratama Jogja, simpang Sudimoro, Jalan Imogiri Barat, simpang empat Turi Sleman, simpang empat Gedongan Sleman, dan terakhir simpang empat Wirosaban.

Modus tersangka mencuri sejumlah APILL di tujuh lokasi ialah mengaku sebagai petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Agar bisa melancarkan aksinya hingga menyewa mobil pengangkut. Pelaku sengaja beraksi pada malam dini hari. “Dia mengaku akan membenahi lampu APILL yang rusak. Setelah mendapat mobil tersebut, pelaku lalu mencari lokasi yang ditentukan, kebetulan yang disasar di simpang empat Wirosaban,” ujarnya.

Namun, MENC justru membawa pulang beberapa bagian APILL yang dicuri bukan untuk diperbaiki. Tetapi, dipublikasikan dimedia sosial untuk dijual.
Penangkapan tersangka itu berdasarkan laporan dari Dishub Kota Jogja. Kemudian jajaran Sat Reskrim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil penyelidikan dari saksi dan juga CCTV, tersangka mengarah kepada MENC. Tak selang lama polisi mengamankan tersangka di rumah saudaranya yang berada di depan RS Pratama. “Setelah kami datangi ditemukan bagian APILL yang masih disimpan pelaku, selanjutnya kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Beberapa barang bukti yang diamankan ialah satu unit mobil pick up, satu kunci inggris, satu alat kontrol APILL, satu boks APILL tiga aspek, satu tiang besi panjang enam meter, satu lampu warning light serta satu mesin kontrol warning light. Motif pelaku karena kebutuhan ekonomi. “Pelaku tidak bekerja dan memenuhi kebutuhan dengan menjual barang elektronik itu. Jadi dia hanya menawarkan melalui media sosial, dia juga tidak menyebutkan berapa harganya. Tapi ini masih kami dalami,” terangnya.

Akibat perbuatan tersangka, polisi menjerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. MENC diancam dengan kurungan penjara paling lama lima tahun. Terpisah Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Kota Jogja, Windharto mengatakan satu paket APILL senilai Rp15 juta. Dan lampu APILL yang dicuri tersebut masih dalam kondisi normal. “Kalau baru itu sekitar Rp15 juta, ketika tidak ada APILL tentu mengganggu keselamatan pengendara,” katanya. (wia/pra)

Jogja Utama