RADAR JOGJA – Pemkab Gunungkidul terus mematangkan persiapan pembangunan proyek sistem strategis Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 200 ribu liter per detik. Mega proyek tersebut rencanannya dibangun tahun ini di Sungai Bawah Tanah (SBT) Seropan Kapanewon Semanu.
Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIJ pun sduah melakukan kunjungan dan monitoring ke lapangan, Rabu (12/1). Kegiatan itu dihadiri Kepala BPPW DIJ Tri Rahayu berjasama jajaran dan Tim Bupati untuk Percepatan Penyelenggaraan Pembangunan (TBUP3) Bambang Riyanto, Kepala Sub Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan Bidang Fisik dan Prasarana Muhammad Fajar Nugroho, Kepala Subbidang Penataan Ruang dan Pertanahan Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Gunungkidul dan Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta. “Kedatangan kami untuk meninjau lahan calon dibangunya WTP (Water Treatment Plant) berkapasitas 200 liter per detik,” kata Kepala BPPW DIJ Tri Rahayu, kemarin (13/1).

Seperti diketahui, WTP adalah sistem yang difungsikan untuk mengolah air dari kualitas air baku (influent) yang kurang bagus agar mendapat kualitas air pengolahan (effluent) berstandar yang diinginkan. Menurut dia, kunjungan bersama tim dalam rangka menindaklanjuti intruksi Menteri PUPR yang beberapa waktu yang lalu melakukan kunjungan ke SBT Seropan. “Melihat debit SBT Seropan cukup besar dan perlu ditambah WTP untuk memaksimalkan jangkauan pelayanan air di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.
Menurutnya, SBT Seropan memiliki aliran sungai dengan debit cukup besar. Dengan pemanfaatan secara optimal, keberadaan sungai bawah tanah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi kebutuhan air untuk kebutuhan hidup warga masyarakat Gunungkidul.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta mengatakan, saat ini PDAM Tirta Handayani Cabang Seropan telah melayani 16.857 Sambungan Rumah (SR) Pelanggan. Meliputi 38 Kalurahan dan tujuh Kapanewon di Gunungkidul meliputi Kapanewon Karangmojo, Rongkop, Semin, Ponjong, Wonosari, Tanjungsari, Ngawen. Sumber air yang dikelola untuk pelayanan kepada pelanggan air minum adalah dua titik sungai bawah tanah dan tiga titik sumur bor. “Yakni, sungai bawah tanah Seropan 191,50 liter perdetik, sungai bawah tanah Song Gilap 5,1 liter perdetik, sumur bor Payak 2,5 liter perdetik, sumur bor Grogol 1,9 liter perdetik, dan sumur Bor Wilayu 3,5 liter perdetik,” kata Toto Sugiharto.
Dari sejumlah sumber air tersebut diproduksi menggunakan tiga WTP meliputi WTP Gombang dengan kapasitas 50 liter per detik, WTP Hongaria dengan Kapasitas 40 liter perdetik dan WTP Bak atas Seropan dengan kapasitas 20 liter perdetik dengan total produksi menggunakan WTP sejumlah 110 liter perdetik atau 11000 Sambungan Rumah (SR) dan sisanya masih 180 liter perdetik atau sejumlah 6000 pelanggan setiap musim penghujan masih terdampak air keruh, karena kurangnya kapasitas WTP saat ini.
Dengan rencana pembuatan WTP dengan kapasitas 200 liter per detik harapanya pelayanan PDAM Tirta Handayani Gunungkidul bisa optimal. Baik kualitas dan kuantitas juga bisa mencakup kebutuhan treatment pelanggan sejumlah 16.857 SR. “Sehingga semua pelayanan yang berasal dari Sungai Bawah Tanah Seropan bisa menikmati air bersih meskipun pada musim penghujan sekalipun,” ungkapnya.
Terpisah, Tim Bupati untuk Percepatan Penyelenggaraan Pembangunan (TBUP3) Kabupatn Gunungkidul Bambang Riyanto mengucapkan terimakasih kepada tim BPPW DIJ beserta jajarannya yang sudah melakukan survey ke SBT Seropan. “Pada kunjungan Bapak Menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) beberapa waktu lalu menjanjikan untuk membantu pembangunan WTP 200 ribu liter per detik,” kata Bambang Riyanto. (gun/pra)

Jogja Utama