RADAR JOGJA – Kasus Covid-19 Kulonprogo dipastikan melonjak pasca liburan Natal dan Tahun Baru. Gugus tugas setempat bahkan menetapkan kapanewon Kalibawang sebagai wilayah dengan status zona oranye, dikarenakan kasus penularan cukup tinggi dalam suatu kawasan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, untuk temuan kasus positif di Kapanewon Kalibawang, pihaknya mencatat sudah ada penularan sebanyak 14 kasus positif dari satu kontak erat. Kasus tersebut tersebar di beberapa rumah yang ada di Kalurahan Banjarharjo.
Dikatakan Baning, dari hasil tracing gugus tugas diketahui kasus penularan itu bermula dari kunjungan tamu dari luar kota ke salah satu kediaman warga. Kemudian berkontak dengan warga lain hingga membentuk sebuah klaster penularan.
“Untuk saat ini sudah ada 26 kontak erat dengan total 12 kasus positif, penularannya diduga disebabkan dari pendatang luar daerah dan kasusnya sudah menyebar ke beberapa rumah,” ujar Baning, kemarin (13/1).
Disinggung tentang jenis virus di kasus tersebut, sekertaris Dinas Kesehatan Kulonprogo itu belum dapat membeberkan varian virus yang ditularkan oleh pendatang luar daerah tersebut. Namun demikian, ia memastikan virus tersebut bukan varian Omicron, karena sampai saat ini belum ada laporan varian itu yang masuk ke wilayah Jogjakarta.
Lebih dari itu, lanjut Baning, semenjak varian Delta cukup booming pihaknya juga rutin melaksanakan whole genom sequencing (WGS) ketika terjadi suatu kasus penularan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan gugus tugas, hingga sekarang belum ada temuan varian Covid-19 jenis baru di Kulonprogo.
Sementara terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kulonprogo sendiri, hingga Rabu (12/1) gugus tugas mencatat ada sebanyak 20 kasus aktif yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Untuk kasus varian Omicron memang banyak ditemukan dari pelancong, namun sampai hari ini belum ada penularannya di wilayah Jogjakarta karena memang tidak ada jalur langsung dengan luar negeri. Namun kami himbau masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan, ” terang Baning.
Terkait dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus pasca libur nataru, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengaku pihaknya telah menyiagakan hampir semua rumah sakit daerah hingga swasta di Kulonprogo. Upaya testing, tracing, dan treatment juga ditingkatkan agar ledakan kasus Covid-19 bisa dicegah.
Diakui Sri, momen libur Nataru memang sempat menjadi kekhawatiran pihaknya lantaran sangat berpotensi terjadi lonjakan kasus penularan Covid-19. Sebab, ketika momen tersebut mobilitas masyarakat dipastikan meningkat. Apalagi Kulonprogo juga memiliki bandara serta destinasi wisata yang menjadi pusat mobilitas warga dari berbagai daerah.
“Untuk itu kami imbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, karena hal itu sangat penting untuk masyarakat,” ucap Sri. (inu/bah)

Jogja Utama