RADAR JOGJA – Meski sebagian besar mahasiswa sudah divaksin, tapi perkuliahan tatap muka urung digelar. Malah bagi pelajar, dari tingkat PAUD-SMA yang lebih dulu menggelar pembelajaran tatap muka. Kini giliran perkuliahan akan dipulihkan.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengisyaratkan, pelaksanaan perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi akan dilakukan di semester ini. Meski masih bervariasi kapasitasnya ini tergantung kesiapan sarana prasaran serta fasilitas yang dipunyai kampus. “Dari koordinasi kami ngecek di perguran tinggi, mereka akan melakukan (tatap muka) disemester ini. Ada yang 50 persen, lebih dari itu, bahkan ada yang lebih terbatas,” katanya Rabu (5/1).

Aji menjelaskan penyesuaian kapasitas tatap muka itu tergantung dari masing-masing kampus. Baik dari sisi kesiapan sarana prasarana maupun proses pembelajarannya. Perguruan tinggi juga diminta menghitung sejauh mana protokol kesehatan bisa dijaga ketat. “Pembelajaran yang di laboratorium berbeda dengan proses pembelajaran yang tidak membutuhkan laboratorium. Harus dipantau prokesnya. Intinya mereka juga sudah akan melaksanakan PTM di semester ini,” ujarnya.

Bagaimana jika ada kampus yang siap melaksanakan PTM secara penuh atau 100 persen kapasitas? Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ itu mempersilakan. Asal prokes tetap bisa dijalankan dengan ketat dan maksimal. “Kalau mereka sudah menghitung prokes untuk 100 persen, dan bisa jalan ya nggak ada persoalan,” jelasnya.

Pun sejatinya, vaksinasi lengkap dosis dua tidak menjadi syarat mutlak untuk bisa menggelar PTM perkuliahan. Cukup dengan vaksin dosis pertama, mahasiswa sudah bisa berkuliah tatap muka. Kembali lagi, dipastikan prokes bisa dilaksanakan. “Tapi vaksin itu menjadi kewajiban daerah, kalau ada orang (mahasiswa) belum vaksin akan kami vaksin,” terangnya.

Berkaitan dengan hal ini, pemprov sudah berkoordinasi dengan para rektor kampus agar terus melakukan pengecekan dan menginventarisir data mahasiswa sesuai KTP yang belum vaksin. Jika masih ada temuan mahasiswa belum vaksin segera bisa vaksin. “Kami yang datang ke kampus boleh atau kalau nggak banyak ya mahasiswanya datang di pusat vaksin,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Utama