RADAR JOGJA – Menjelang perayaan Natal, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman akan melakukan monitoring ke-20 gereja. Tujuh gereja diantaranya dinilai paling rawan.

Kepala Satpol PP Sleman Mustain Aminun menyebutkan, gereja rawan antara lain, Gereja Maria Assumpta Pakem, Gereja Kudus Banteng (Kalurahan Siduharjo), Gereja Maria Asumpta (Gamping), Gereja St Ludwina Jabon (Trihanggo, Gamping), Gereja Kristen Prostestan Aletheia Rohoyudan (Mlati), Gereja Santo Petrus Paulus Klepu (Minggir) dan GKJ Rewulu Gancahan V Sidomuly (Godean). Ketujuh gereja itu dinilai rawan, lantaran lokasinya terlalu dekat dengan jalan raya. Nantinya disetiap gereja akan ada dua personel yang menjaga.

Khusus perayaan natal, Satpol PP akan menerjunkan 40 personel untu melakukan monitoring. Pemantauan mobiling dilaksanakan dengan dua unit mobil. ”Pemantauan tidak menutup kemungkinan dilaksanakan di gereja lainnya bila didapati laporan kejadian luar biasa,” ungkap Mustain di Kompleks Parasamya Pemkab Sleman, kemarin (23/12).

Penjagaan berkoordinasi dengan keamanan kapanewon setempat. Pengawasan gereja tak lepas dari penerapan protokol kesehatan (prokes). Seperti jamaat gereja dibatasi maksimal 75 persen, menerapkan cuci tangan, jaga jarak, mengukur suhu badan dan tidak kerumunan. Di luar tujuh gereja tersebut juga ditempatkan satu personel di tingkat kapanewon. Karena meskipun kasus Covid-19 landai, tetapi virus ini belum usai.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementrian Agama (Kemenag) Sleman Ismulyadi mengatakan, beragam warna perayaan Natal gereja Katolik kali ini. Covid-19 yang belum usai dan munculnya virus baru Omnicorn semakin menambah kewaspadaan persebaran Covid-19. Oleh sebab itu, mengacu pada surat edaran (SE) pelaksanaan Natal yang dikeluarkan oleh  Keuskupan Agung Semarang. Jamaat umat gereja katolik dibatasi 50 persen. Waktu misa dipersingkat dan beberapa gereja menerapkan aturan pengkasifikasian jamaat. “Jamaat anak-anak dan lansia dipisahkan,” kata Ismul.

Teknis pelaksanaan misa berbeda, sesuai tim satuan gugus tugas (satgas) di gereja masing-masing. Ada gereja yang hanya memperbolehkan jamaatnya dari lingkungan sekitar, ada yang dilakukan daring, semi daring dan misa keluarga di rumah masing-masing. “Ada 18 gereja Katolik (di bawah Kemenag, Red). Mayoritas sudah memiliki barcode dan jamaat sebelumnya dilakukan pendataan terlebih dahulu. Salah satunya di Gereja Santo Ignatius Temanggal” bebernya. (mel/bah)

Jogja Utama