RADAR JOGJA – Pemprov DIJ terus bergerak untuk merealisasikan relokasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Malioboro. PKL Malioboro rencananya bakal dipindah ke lokasi baru yakni eks gedung Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIJ.

Rencananya, relokasi bakal dimulai Januari mendatang. Para PKL Malioboro yang telah diberikan sosialisasi diklaim tidak ada yang melakukan penolakan. Selain mulai membangun los yang akan dipergunakan sebagai lokasi berdagang para pedagang di eks gedung Dinas Pariwisata DIJ dan menata eks gedung Bioskop Indra, sosialisasi ke pedagang juga terus dilakukan.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sejauh ini sosialisasi terkait relokasi dan penataan telah dilakukan oleh Pemprov DIJ kepada para pedagang. Dari proses sosialisasi yang telah dijalani, tidak ada penolakan dari para pedagang untuk direlokasi dan ditata di eks gedung Dinas Pariwisata DIJ dan menata eks gedung Bioskop Indra.

“Sampai hari ini semuanya baik-baik. Tujuan utamanya supaya lebih legal, lebih permanen, lebih baik dan akan mempermudah pedagang maupun dari pengunjung,” kata Aji kepada wartawan kemarin (9/12).
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIJ Srie Nurkyatsiwi mengatakan, persiapan relokasi dan penataan PKL terus dilakukan. Sejauh ini dari dua lokasi baru bagi para PKL Malioboro, yakni eks gedung Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIJ.

Untuk eks gedung Bioskop Indra telah siap digunakan. Di mana bangunan tiga lantai dan dibagi menjadi lima zona. Di semi basement, dengan luasan 1.112 meter persegi akan mampu menampung 37 gerobak dan 32 sepeda motor.
Di lantai dasar dengan luasan 1.205 meter persegi, bisa ditempati 122 PKL. Untuk lantai satu dengan luasan 1.007 meter mampu menampung 120 PKL. Lantai dua mampu menampung 117 PKL. Selain itu akan dibuat taman kuliner untuk menampung 79 PKL yang berjualan makanan dan minuman.

Sedangkan sisanya, saat ini Pemprov DIJ dan Pemkot Jogja telah menyiapkan eks gedung Dinas Pariwisata DIJ. Di lokasi tersebut, saat ini mulai dibangun los yang nantinya akan menampung PKL. “Mungkin sekitar 1.800 PKL nantinya yang bisa ditampung di dua lokasi itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Siwi menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan kajian dan koordinasi agar nantinya pedagang yang dipindah tidak mengalami kerugian dan membuat pengunjung nyaman. “Pastinya apa yang dilakukan pemerintah tidak akan merugikan pelaku usaha,” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Utama