RADAR JOGJA – Dalam rangka mendukung masa PPKM Level 3 yang diterapkan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga akhir tahun mendatang, Pemkot Jogja memperketat pengawasan bus pariwisata. Toko oleh-oleh juga diajak ikut serta berperan aktif untuk mengawasi akses wisatawan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan sejatinya skema one gate system tetap diterapkan dan dikuatkan untuk menyaring wisatawan yang datang. Upaya ini dibutuhkan sinergitas dari para pelaku wisata. Mereka tidak bisa dibiarkan masuk apabila belum terkonfirmasi kesehatannya. “Selain pemeriksaan acak Covid-19, kita juga minta upaya termasuk toko oleh-oleh bisa jadi pelapisnya. Kita sedang koordinasi, supaya mereka tidak menerima bus-bus yang belum masuk Terminal Giwangan,” katanya belum lama ini.

Sebab, dalam beberapa pekan terakhir ini masih dijumpai angkutan pariwisata yang melanggar ketentuan satu pintu. Dampaknya tidak bisa mendapatkan akses ke Tempat Khusus Parkir (TKP), akhirnya perjalanannya dialihkan ke toko oleh-oleh. Penumpang pun yang tanpa syarat perjalanan luar daeray ikut turun. “Kemarin masih ada itu, tapi sudah dikondisikan teman-teman Kemantren. Kita harapannya jangan terjadi lagi begitu,” ujarnya.

Pengawasan terhadap akses wisatawan ini dibutuhkan komitmen bersama seluruh pelaku wisata. Salah satunya pusat oleh-oleh itu sendiri yang juga tak luput dibanjiri para pelancong. Maka, pusat oleh-oleh sejatinya juga perlu penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Agar pula bisa mengendalikan prokes para penumpang. Salah satunya harus dengan syarat vaksin Covid-19. “Ya, selama ini toko oleh-oleh selain itu nggak ada lah. Biasanya toko oleh-oleh, atau modus lainnya. Makanya, kami butuh komitmennya, dari teman-teman pemilik toko oleh-oleh supaya tidak menerima bus wisata yang tidak masuk (Terminal) Giwangan dulu,” jelasnya.

Meski pemerintah pusat menerapkan berbagai aturan pembatasan untuk menghadapi Nataru. Sarana atau fasilitas kesehatan sudah disiaplan lonjakan kasus Covid-19 tetap harus dicegah. Maka, di wilayah pun perlu siap siaga untuk mengantisipasi munculnya peningkatan wisatawan selama Nataru. Pasalnya, ancaman gelombang tinggi pandemi dan varian Covid-19 terbaru Omicron terus mengintai. “Bagaimanapun wisatawan datang ke Jogja sehat, pulangnya juga harus sehat,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Krisnadi Setyawan meminta pengawasan bus pariwisata yang masuk Jogja diperketat. Terutama bus-bus yang berasal dari utara atau barat. Jika harus masuk dulu ke Terminal Giwangan yang berada di tenggara Kota Jogja, dinilai terlalu jauh. Dia menyarankan memanfaatkan parkir bus di Teglarejo, di depan Museum Diponegoro. “Kasihan juga bus dari Jalan Magelang atau Jalan Godean ke Umbulharjo dulu, balik lagi ke pusat kota,” ungkapnya. (wia/pra)

Jogja Utama