RADAR JOGJA – Setelah selesai direkonstruksi 2019 akibat siklon tropis Cempaka, talut di Juminahan, Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, akhirnya diresmikan Senin (29/11). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, rekonstruksi talut didanai program hibah pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2018.

Nilai rekonstruksi talutnya sebesar Rp 3,5 miliar. “Ya, ini baru bisa diresmikan sekarang, karena terkendala pandemi,” kata Nur Hidayat usai peresmian. Ia menjelaskan, talut dulu longsor akibat siklon tropis Cempaka yang terjadi November 2017. Kemudian ditindaklanjuti dengan rekonstrukai pada bagian talut yang longsor.

Rekonstruksi talut sepanjang 150 meter dengan ruang lingkup, di antaranya, pembuatan struktur beton bertulang, pembuatan IPAL, dan finishing seperti lampu penerangan serta kursi. “Dan telah selesai direkonstruksi 100 persen pada akhir 2019, tapi belum bisa langsung diresmikan karena keburu pandemi,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Jogja Heroe Peorwadi (HP) mengatakan, rekonstruksi talut yang sudah tuntas dan diresmikan itu sebagai bentuk keberhasilan pembangunan dalam segala bidang. Dan menjadi komitmen pemkot dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Semua hasil pembangunan itu semoga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Jogja, khususnya warga Kampung Juminahan dan sekitarnya,” katanya.

Dengan diresmikan talut itu, HP berpesan kepada seluruh warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar selalu memiliki kepedulian dalam menata dan mengelola lingkungannya. Terlebih Sungai Code memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Kota Jogja.

Salah satunya sebagai pondasi daya dukung permukiman, serta urat nadi sumber penghidupan warga masyarakat. “Saat ini sungai bukan lagi halaman belakang. Sungai adalah halaman depan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari lanskap Kota Jogja,” tambahnya. (wia/laz)

Jogja Utama