RADAR JOGJA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIJ mulai menggelar inspeksi mendadak (sidak) terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah jenjang SMA/SMK yang ada di DIJ. Upaya itu dilakukan sebagai langkah pencegahan kemunculan klaster Covid-19 di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kepala Satpol PP DIJ, Noviar Rahmad menyatakan sidak itu baru dilakukan Selasa (16/11) pagi. “Tadi anggota ada sekolah jadi baru tadi pagi berangkat memeriksa ke sekolah sekolah terkait prokes,” terang Noviar Rahmad.

Penentuan lokasi sidak dilakukan secara acak. Nantinya, petugas berpatroli dan menyambangi sekolah yang terpantau adanya kerumunan. Sementara ini, hanya tingkat SMA saja yang dilakukan pemeriksaan. Adapun dalam sehari, rata-rata akan ada tiga hingga empat sekolah yang diperiksa. “Ini hanya SMA saja. Kalau SD kan lagi ujian,” terang Noviar.

Dalam operasi tersebut, Noviar menerjunkan sekitar 20 personel. Tim tersebut merupakan petugas yang biasa melakukan razia pemakaian masker di tempat-tempat publik termasuk destinasi wisata. Karena klaster Covid-19 di sekolah bermunculan, tugas mereka bertambah yakni melakukan pengawasan di sekolah.”Kami tiap hari kan jadwal operasinya tiga kali sehari. Regu yang sedang istirahat kita masukkan ke sekolah,” jelasnya.

Selain protokol kesehatan, petugas juga akan memeriksa barang bawaan pelajar. Ini untuk mengantisipasi fenomena kenakalan remaja berupa klitih yang nyatanya masih terus terjadi di tengah pandemi Covid-19 ini. Petugas memastikan bahwa peserta didik tak membawa peralatan berbahaya seperti senjata tajam ke sekolah. “Kami masuk ke sekolah memeriksa bagaimana penerapan prokes di situ kita sekaligus mengawasi masalah klitihnya apakah dia membawa sajam di motornya atau di dalam tasnya. Indikasi klitih kan dari siswa ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Noviar mengimbau kepada guru dan siswa untuk jujur akan kondisinya. Jika mengetahui dirinya terpapar Covid-19, diminta untuk segera berkomunikasi kepada Satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan, sehingga penularan tak meluas dan dapat segera ditangani. “Kami imbau terutama PTM agar siswa dan ortu harus jujur kalau dia konfirmasi positif. Jujur harus menginformasikan dan dia harus istirahat dan isoman,” tandasnya. (kur/bah)

Jogja Utama