RADAR JOGJA – Sama-sama ayam, tapi memiliki jenis yang beragam. Di antaranya adalah ayam ekor lidi. Yang dulunya hanya sekadar diadu kini udah digelar kontes tingkat nasional.

Seperti yang terlihat di Pasar Seni Gabusan Bantul, Minggu pagi (14/1). Ratusan pembudidaya dan penggemar ayam ekor lidi berkumpul mengikuti Pameran & Kontes Nasional “Ayam Hias Ekor Lidi Indonesia”, yang digelar Komunitas Pecinta Ayam Ekor Lidi (Kompali) Indonesia

Salah satu peserta kontes dan pembudidaya ayam ekor lidi, Ihsan alias Paijo mengaku senang dan bangga. Pecinta ayam mendapat ruang positif dalam kompetisi. “Karena bagaimana pun, pecinta ayam di Indonesia banyak sekali. Kami pecinta ayam ekor lidi punya tujuan bahwa ayam itu dinikmati bukan hanya untuk diadu,” tegas Jubir JO Tim itu.

Ayam ekor lidi memiliki postur tubuh indah dan gagah. Penggalian potensi tentu membuka ruang positif dalam bidang perekonomian. “Kami ingin turut menyukseskan program pemerintah untuk (mengentaskan, Red) penyakit masyarakat berupa judi (ayam, Red). Kami mengalihkan hobi judi ke penikmat ayam hias. Itu tujuan utama kami,” bebernya.

Melalui pameran dan kontes ayam lidi ini, pria 43 tahun ini berharap generasi muda tidak lagi melakukan judi ayam. Sebab telah tersedia ruang kompetisi yang tidak menyalahi norma dan hukum. Peran komunitas pun disebut memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi perjudian. “Dari rekan komunitas, dulu mereka hobi aduan. Lama-lama mencari hobi yang tidak melanggar norma. Sekitar 90 persen anggota komunitas, dulunya adalah penikmat ayam aduan,” ungkapnya.

Pembina Kopali DIJ Dawami membeberkan, acara yang digelarnya diikuti lintas komunitas. Sebab pameran turut diikuti oleh komunitas pecinta ayam hias di luar ayam ekor lidi. “Untuk bursa dari berbagai komunitas, belum terdeteksi jumlahnya tapi kelihatannya juga banyak,” bebernya.

Diharapkan, pameran dan kontes dapat membuka pemahaman baru bagi masyarakat. Berikut memperkenalkan Kompali sebagai wadah para pecinta ayam ekor lidi. “Kami ingin memasyarakatkan ayam ekor lidi dan ayam hias lain, selanjutnya dapat meningkatkan ekonomi dari anggota,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo yang mengapresiasi terselenggaranya pameran dan kontes ayam ekor lidi. Joko berharap kegiatan dapat rutin dilangsungkan tiap tahun. Menyasar lokasi wisata di sekitar Bumi Projotamansari. Sebab kegiatan dinilai positif dan dapat memberi dampak terhadap pariwisata di Bantul. “Ini event nasional, ini memberi kontribusi positif bagi perkembangan di Bantul,” ucapnya. (fat/pra).

Jogja Utama