RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja siap menyesuaikan ketentuan durasi pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi 2,5 jam. Ini dilakukan agar meminimalisir potensi sebaran Covid-19 di sekolah.

Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan penyesuaian ini juga bertujuan agar siswa atau murid tidak berlama-lama di lingkungan sekolah. Sehingga potensi sebaran Covid-19 juga bisa diminimalisir. Meskipun, belum pernah terjadi klaster sekolah di Jogja. “Ya kami tetap tidak adanya klaster. Seperti yang sudah ada, pokoknya kami siap menyesuaikan saja,” katanya kemarin (11/11).

Budi menjelaskan, selama ini sekolah-sekolah yang menggelar PTM sudah sesuai dengan aturan maksimal 3 jam. Bahkan ada yang menggelar di bawah itu seperti 2,5, 2, hingga 1,5 jam sesuai dengan tingkatan sekolah. “Kami dalam sehari juga nggak ada yang menggelar PTM lebih 3 jam. Semua sudah sesuai dengan protapnya,” ujarnya.

Meski sudah adanya pelonggaran pada PPKM level 2 ini, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan monitoring terhadap kegiatan sekolah luring tersebut. Sejauh ini, selain SMP maupun SD kelas 5 dan 6 yang sudah melaksanakan PTM. Siswa SD kelas 1-4 pun beberapa sekolah juga sudah menggelar PTM. Meski pelaksanaannya masih sangat terbatas. Dalam seminggu PTM dilaksanakan hanya sekali atau dua kali saja.

“SD itu sudah mulai karena sudah lama nggak masuk. Tapi hanya swasta yang baru menginisiasi itu nggak ada yang lebih 3 jam juga. Ada yang hanya 1,5 jam,” jelasnya.

Menurutnya, tidak serta merta pihaknya melarang selama orang tua masing-masing sudah mengizinkan. Dan paling utama sekolah menerapkan prokes yang ketat. Dan dapat menjamin tidak terjadi penularan di lingkungan sekolah, maka satgas sekolah juga diklaim harus berperan penting dalam pengawasan. “Karena kami aspirasi orang tua juga kan, dan anak-anak banyak yang sudah ingin masuk juga,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Utama