RADAR JOGJA – Animo masyarakat cukup tinggi merespon vaksinasi dosis kedua yang digelar LPP RRI Jogjakarta, Minggu (7/11). Vaksinasi massal tersebut diyakini dapat menjadi salah satu faktor pemicu kebangkitan ekonomi.

Salah satu pedagang Pasar Demangan, Jumirah mengaku senang akhirnya dapat menyelesaikan vaksinasi secara lengkap hingga dosis kedua. Meski, saat dosis pertama sempat merasakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan. Vaksinasi kedua ini disambut sangat baik, dan prosesnya cepat. “Alhamdulillah ya, lega akhirnya sudah tuntas vaksin,” kata penjual sayur berusia 50 tahun.

Penjual sayur berusia 50 tahun itu, sangat antusias terbukti ia telah datang sejak pagi usai berjualan Subuh. Pun tak hanya dirinya juga bersama pedagang-pedagang lain dari Pasar Demangan dan sekitarnya.

Seorang warga Gunungkidul yang bekerja di kota Jogja, Suryanto mengatakan pelaksanaan vaksinasi dosis kedua berjalan lebih cepat dibanding dengan sebelumnya.”Ya untuk dosis kedua ini lebih cepat, tidak ada penumpukan,” katanya.

Diharapkan vaksinasi massal tersebut dapat menjadi salah satu faktor pemicu kebangkitan ekonomi di Jogja dan sekitarnya. Terlebih, kehidupan baru saat ini sangat membutuhkan dan menggantungkan sertifikat vaksin. “Sekarang ini cari kerja sulit, harus membutuhkan syarat ini dan syarat itu, termasuk vaksin. Semoga kita dapat segera maju lagi seperti dulu,” jelasnya.

Kepala LPP RRI Jogjakarta, Danang Prabowo, mengatakan lewat kerja keras dan koordinasi yang baik, RRI Jogjakarta mampu menggelar vaksinasi Covid-19 dengan lancar. Pelaksanaan tidak menimbulkan antrean bahkan tidak ada penumpukan atau kerumunan. “Semuanya mengalir. Dan semoga tidak ada KIPI berat setelah ini,” katanya.

Mantan Kepala LPP RRI Madiun dan Bogor itu juga mengapresiasi kehadiran masyarakat yang terlihat antusias mendapatkan vaksinasi Covid-19. Khususnya para pedagang yang sudah mulai berdatangan sejak pagi hari. “Teman-teman pedagang masih bawa celemek, dagangan langsung ke sini. Ada juga yang masih pakai daster, pokoknya luar biasa antusiasme. Mereka senang, datang ke sini dekat, hanya 10-20 menit, kemudian sudah vaksin dosis kedua dan pulang bawa oleh-oleh lagi,” tambahnya.

Dibantu dengan Lanud Adisutjipto, Yayasan Dompet Dhuafa, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, LPP RRI Jogjakarta mampu memvaksinasi sekitar 236 orang peserta dari target 300 peserta vaksinasi. “Beberapa peserta gagal mendapatkan suntikan diakibatkan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan ketika dilakukan skrining,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama