RADAR JOGJA – Pengambilan sampling secara acak rapid test antigen akan dilanjutkan setiap akhir pekan dengan sasaran wisatawan yang berkunjung di kawasan Malioboro. Teknis pengambilan sampling terus dievaluasi agar yang terjaring semakin maksimal dan memadahi.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan pengambilan sampling sudah dilakukan sejak Sabtu lalu (23/10). Ini bertujuan untuk memastikan pengunjung yang datang ke Jogja dan Malioboro khususnya dalam keadaan baik dari segi kesehatannya. “Kami ingin pastikan orang yang datang kesini tidak bermasalah dari sisi kesehatannya. Maka kita coba sampling,” katanya.

HP menjelaskan, meski sudah dilakukan perdana pada akhir pekan lalu tetapi hasil sampling rapid test antigen yang diambil belum maksimal. Ini karena waktu pengambilannya dilakukan pada pagi hari. Padahal kunjungan mulai ramai di Malioboro sekitar sore hari. Pengunjung yang terjaring sampling hanya berjumlah lima orang, padahal tersedia alat untuk sampling untuk 100 orang. “Kemarin masih sedikit yang berhasil kami sampling karena sepi, jadi hanya lima orang. Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” ujarnya.

Agar mendapat sasaran sesuai dengan kuota yang ditargetkan, pemkot akan menggelar kegiatan yang sama setiap akhir pekan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dengan begitu, testing bisa tetap diperkuat ditengah melandainya kasus Covid-19 di Kota Jogja. “Besok akan kita laksanakan sore saat Malioboro sedang ramai-ramainya. Setting-nya kami sedikit keliru kemarin, karena kita lakukan pagi ya masih sepi,” tandasnya.

Terlebih, waktu pelaksanaan testing akan ditambah waktunya tidak hanya pada hari Sabtu saja. Pada weekend depan pelaksanaan rapid test antigen secara acak bagi wisatawan juga akan dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Sehingga cakupan sasaran yang diperoleh bisa lebih banyak atau mendekati angka yang ditargetkan. “Kami tanpa melihat domisili baik vaksin maupun antigen. Sasarannya siapa saja yang berada di Malioboro,” jelasnya.

Selain itu, sentra vaksinasi dipusatkan di sentra kompleks Hotel Mutiara. Pelaksanaannya juga sama setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu. Pada akhir pekan lalu, petugas di lapangan berhasil menjaring 17 wisatawan dari berbagai daerah belum vaksin sama sekali. Meraka kemudian diarahkan menuju mobil vaksin yang disiagakan. Totalnya vaksin diberikan kepada 17 orang untuk dosis pertama dan 16 orang dosis kedua. ”Kami tidak pandang NIK atau domisili,” tambahnya. (wia/bah)

Jogja Utama