RADAR JOGJA – Pembelajaran tatap muka (PTM) di berbagai level sekolah di DIJ sudah dilakukan sejak awal Oktober lalu. Di beberapa sekolah, sempat ditemui kasus positif.

Namun, secara umum jalannya PTMT di DIJ berjalan lancar. Hal itu diungkapkan oleh Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji. “Sudah berjalan lancar saya dapat info dari Disdikpora DIJ terutama level SMA/SMK itu memang yang dikelola langsung oleh Disdikpora DIJ,” ujar Aji.

Dijelaskan Aji, PTMT di DIJ disesuaikan dengan kemampuan sekolah masing-masing. Misalnya disesuaikan jam pelajarannya. Maupun jumlah siswa yang bisa mengikuti proses PTMT. Selain itu, sekolah juga masih harus melakukan pembelajaran daring di tengah pelaksanaan PTMT. “Ada penyesuaian beberapa materi disampaikan online. jadi pembelajaran yang ada di sekolah itu tetap double, ada yg online ada yang tidak,” lanjut sosok yang merupakan ketua PGRI DIJ itu.

Lebih lanjut, Aji juga menyatakan Pemprov DIJ terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian Kesehatan. Mengenai kemungkinan anak di bawah usia 12 tahun bisa divaksin di waktu mendatang. “Kami sambil menunggu uji coba yang dilakukan pemerintah dalam hal ini BPOM maupun Kemenkes soal kapan anak di bawah usia 12 tahun bisa divaksin,” jelasnya.

Selain itu, Aji juga menekankan bukan hanya guru yang memiliki peran dalam pendidikan anak. Terutama dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Menurut Aji, peran orang tua justru sangat krusial.

Terutama untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Menurut Aji, orang tua harus rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan anak setiap hari. “Misalnya sebelum berangkat sekolah pagi itu ditanya anaknya, juga benar-benar dicek apakah panas atau ada gejala-gejala lain yang mendekati Covid-19,” tandasnya. (kur/bah)

Jogja Utama